14 Formasi Sepi Peminat

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA LAMAR: Website Pendaftaran CPNS 2019.

Dokter Gigi dan Guru SD Mendominasi

LOBAR—Sebanyak 14 Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lombok Barat (Lobar) sepi pelamar. Bahkan sekitar puluhan lebih formasi lainnya minim peminat. Padahal sisa waktu pendaftaran masih menyisakan dua hari lagi.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusian (BKDPSDM) Lobar per-25 November 2019, hingga pukul 00.00 wita jumlah pelamar mencapai 2.467 dari 205formasi. Sayangnya tidak semua formasi terisi dengan pelamar yang mendaftar. 14 Formasi diantaranya yang tidak ada pelamarnya Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Gerung, Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar, kemudian formasi yang penempatannya di Kawasan Sekotong. Yaitu Guru SDN di kawasan Sekotong, di antaranya SDN 10 Buwun Mas Sekotong, SDN 7 Buwun Mas, SDN 5 Buwun Mas, SDN 4 Buwun Mas, SDN 1 Pelangan, SDN 11 Buwun Mas, SDN 2 Batu Putih, SDN 5 Pelangan dan SDN 2 Mekar Sari Kecamatan Gunung Sari. Selain itu dari tenaga kesehatan Dokter spesialis di Puskesmas Pelangan dan Eyat Mayang ditambah Sanitarian di Puskesmas Sekotong. Sedangkan puluhan Formasi yang masih minim pelamar hamper rata-rata didominasi oleh guru SD.

BACA JUGA  Penerimaan CPNS Dibuka Oktober

Kasubid Pengadaan Pegawai BKDPSDM Lobar, H Rizki Bani Adam mengaku minimnya pelamar itu merata terjadi di hampir sebagian formasi guru SD. Ia menilai kendala syarat akreditasi menjadi alasan mengapa sejumlah formasi itu minim peminat.

“Dia sudah cari sana sini tidak dapat makanya kami kasih jalan keluar,” ungkap Rizki yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.

Pihaknya sudah memperbarui pengumuman persyaratan melamar. Diantaranya berkaitan dengan akreditasi. Pihaknya memperbolehkan pelamar mengganti surat akreditasi itu dengan pendirian kampus sebelum agustus 2012. Apabila pelamar yang dibawa lulusan itu tidak menemukan akredasinya.

Karena pihaknya menggunakan dua ketentuan pusat. Diantaranya Permenpan 23 dan Permendistekdikti 32 tahun 2014 mengatur bahwa seluruh universitas atau perguruan tinggi yang dibuka sebelum 10 Agustus 2012 dinyatakan terakredasi sampai 19 Mei 2018.

“Jadi universitas atau perguruan tinggi yang masuk golongan ini, mantan mahasiswanya tidak menemukan akreditasi bisa diganti dengan surat pendirian perguruan tinggi,” jelasnya.

BACA JUGA  Temuan BPK, Kerugian Negara Capai Rp 841 Juta

Sedangkan bagi pelamar yang sudah menggunakan akreditasi sebelumnya, pihaknya tetap akan memenuhi syarat (TMS)-kan. Hanya saja nantinya pada masa sanggah dari 16-18 Desember dengan membawa surat pendirian perguruan tinggi atau mengirimnya melalui email. Pihaknya pun memastikan siap mengakomodirnya.

“Kami antisipasi, karena kami terima salah, ndak terima juga salah. Kalau kami terima melanggar Permanpan 23, kalau kami tidak terima kami melanggar Permendistekdikti 32. Jadi serba salah,” ungkapnya.

Langkah itu ditempuh pihaknya agar pihaknya tidak salah. Termasuk juga para pelamar bisa diberikan dispensasi.

Selain akredasi syarat lainnya juga diubah pada pelamar disabilitas.  Dari yang awalnya pembatasan disabilitas hanya untuk tungkai, kini tidak ada pembatasan jenis disabilitasnya. Hanya saja dapat melakukan analisa, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi.

“Ini berdasarkan surat Menpan kita disuruh untuk meninjau kembali,” sambungnya.

Pihaknya pun memastikan jika batas pendaftaran masih hingga 27 November sekitar pukul 23.00 wita. Sampai saat itu Rizki menyarankan kepada pelamar dapat terus memantau website BKDPSDM.Lobarbaratkab.go.id dan halaman Facebook BKDPSDM Lombok Barat atau UPT BKDPSDM Lombok Barat.

“Informasi tetap kita update dan di FB pertanyaan tetap kami jawab,” pungkasnya. (win)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

APBD Dikebut, Banggar Beri Catatan

Read Next

Kisah Sudirman, yang Video Sakitnya Viral di Medsos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular