15 Penumpang Pesawat Tewas di BIL

JAYADI/RADAR MANDALIKA JINAKAN BOM: Anggota Gegana penjinak bom saat masuk ke dalam bandara lengkap dengan alat canggihnya, Rabu kemarin

PRAYA— Musibah besar terjadi di Lombok Internasional Airport (LIA). Pesawat Rinjani Air, tipe Airbus A320 PK – PVH dengan flight number SA095, terhempas di sekitar landasan, Rabu siang kemarin.

Sehingga,  pesawat yang membawa 154 orang penumpang dan delapan kru itu, terbakar dan menimbulkan kobaran api dahsyat.  Akibatnya, 15 penumpang tewas, 23 luka berat, 31 luka sedang, dan 85 lainnya luka ringan.

Usai kejadian, pihak Angkasa Pura LIA, aparat TNI, Polri dan penjinak bom dari Densus 88 pun tiba di bandara. Diduga, pesawat meledak disebabkan adanya bom yang dipasang oleh sekelompok teroris. Aparat kepolisian pun memasangkan garis polisi di sekitar lokasi.

Kejadian ini, bagian dari simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-104 yang dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) di Bandara Internasional Lombok (BIL). Latihan ini melibatkan sedikitnya 504 personel. Terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari AP I, TNI, Polri, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pemadam Kebakaran Loteng, serta beberapa rumah sakit dan puskesmas di sekitar BIL.

BACA JUGA  2020, Lapangan Sepakbola Standar FIFA Dibangun

General Meneger (GM) Angkasa Pura BIL, Nugroho Jati menegaskan, bahwa di samping penanganan pada saat kejadian, dalam PKD ini juga terdapat skenario penanganan paska kejadian. Yakni, penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters and meters serta latihan penanganan terhadap media (media handling) saat kondisi darurat.  Tujuan latihan merupakan bagian dari upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP).

”Ini untuk meningkatkan fungsi komunikasi, koordinasi, dan komando,” kata Nugroho Jati, Rabu kemarin.

Disampaikan, PKD  kali ini memiliki tantangan tersendiri. Karena salah satu latihan dilakukan pada malam hari, untuk meningkatkan kesigapan personel menghadapi keadaan darurat yang bias terjadi kapan saja.

BACA JUGA  5 Ribu Suara di Kopang Digeser?

“Latihan ini menjadi bukti komitmen kami, yang senantiasa mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan dalam memberikan pelayanan jasa kepada para pengguna Bandar udara,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Angkasa Pura I WendoAsrul Rose menegaskan, bahwa penanggulangan bencana penting dilakukan, agar ke depan pihak bandara siap dalam aspek pelayanan dan keamanan. Terlebih bandara LIA saat ini sedang fokus dalam memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung perhelahan event MotoGP 2021.

“Simulasi penanggulangan keadaan darurat ini, dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menguji system dan prosedur standar masing-masing institusi,” terang Rose. 

Disampaikan, bahwa setiap dua tahun sekali, setiap bandara yang dikelola AP I melaksanakan latihan PKD. Simulasi penanggulangan keadaan darurat di BIL ini, merupakan latihan PKD ke-3 yang diadakan oleh AP I di tahun 2019.(jay/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Tim Terjun ke Prabu Dan Sekotong

Read Next

Mobil Listrik Keliling Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular