19 Ribu Kendaraan Nunggak Pajak

ROHADI/RADAR MANDALIKA Mukaram

KLU—Tingginya angka pembelian kendaraan di Lombok Utara, tidak sejalan beriringan dengan jumlah kendaraan yang sudah membayar pajak. UPT Samsat Tanjung Lombok Utara mencatat, belasan ribu kendaraan menunggak membayar pajak. Kondisi ini menjadi atensi UPT Samsat Tanjung untuk mengejar penunggak pajak tersebut.

“Tahun 2018, angka yang menunggak pajak mencapai 24 ribu kendaraan. Kita terus berupaya mengejar penunggak hingga kita berhasil menurunkan sehingga tersisa 19 ribu yang belum membayar tunggakan,” ungkap Kepala UPT Samsat Tanjung, Mukaram, kemarin.

Angka 19 ribu wajib pajak yang tercatat belum mendaftar ulang itu berasal dari kendaraan roda dua maupun empat. Kondisi ini, diakui, akan mempengaruhi capaian pendapatan yang harusnya bisa sejalan dengan jumlah kendaraan.

BACA JUGA  Realisasi Sambungan Air MBR PDAM Disorot Dewan

Meski capaian pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor saat ini sesungguhnya sudah melampaui target. “Capaian pendapatan yang kita tangani sudah cukup tinggi, mencapai hampir 200 persen dari target,” sebutnya.

Terhadap kendaraan yang belum mendaftar ulang atau belum membayar pajak tahunan itu, terus ditindaklanjuti. Pihaknya telah membangun aplikasi sistem informasi surat teguran kendaraan atau Sisuter. Aplikasi Sisuster ini akan melacak kendaraan yang menunggak. Jika ditemukan maka akan diberikan teguran.

Kemudian bila kendaraan tersebut ditemukan di jalan namun tidak ada pemiliknya di tempat, akan ditempelkan stiker jatuh tempo dalam pembayaran pajak atau stiker imbauan untuk membayar pajak sebagai upaya mengingatkan. “Upaya ini akan kita maksimalkan,” imbuhnya.

Upaya lain, lanjut Mukaram dengan melakukan operasi gabungan bersama Satlantas Polres Lombok Utara, Dinas Perhubungan, dan Badan Pendapatan. Operasi dilakukan lebih pagi dengan volume kegiatan 12 kali dalam sebulan. Serta menyasar titik lokasi yang ramai dilalui atau ditempat strategis seperti depan kantor Samsat, jalan tikungan Stembang, Sigar Penjalin, Teluk Dalem, dan beberapa titik lokasi di kecamatan lainnya.

“Kami juga terjunkan tim ke lapangan untuk menyisir warga yang belum membayar pajak dengan memberikan surat teguran. Saat ini ada 43 pendamping desa yang membantu, selain ada empat agen Samsat juga,” jelasnya.

Mukaram menyebut kesulitan yang ditemukan dilapangan dalam menyisir penunggak pajak yakni terjadi perubahan pemilik kendaraan. Sementara STNK masih atas nama pemilik lama, sehingga sering kesulitan untuk mencari pemilik baru dari kendaraan tersebut. (dhe/r3)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Bagi Hasil dari Pusat Turun, Provinsi Naik

Read Next

Perusahaan Diminta Berkontribusi ke Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular