Bangunan Risha di Tanak Beak Terindikasi Pungli

MENUNUJUKKAN: Kades Tanak Beak, Maknun saat menunjukkan rumah RISHA yang dibangun, kemarin. ( HAFIDZ/RADAR MANDALIKA )

BKU—Bantuan rehab rekonstruksi bantuan gempa, khususnya pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risha) di Desa Tanak Beak diduga sarat pungutan liar (pungli). Hal ini diungkapkan Kepala Desa Tanak Beak, Maknun. Dia menjelaskan, indikasi pungli ini menyasar masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat.

“Jadi oknum fasilitator membeli panel dan kebutuhan pembuatan Risha dari luar desa. Begitu juga dengan tukang bangunannya. Jika tidak diikuti kemauan mereka, maka fasilitator tersebut enggan membantu para penerima bantuan menyediakan panel Risha. Tapi di sisi lain, setelah pembangunan Risha dimulai, ada saja bahannya yang kurang. Cara mendirikan bangunannya juga saya lihat asal-asalan,” ungkap Kades.

Dugaan lainnya, fasilitator juga mendapat fee dari pemborong yang mengerjakan rumah para korban gempa. Dimana pemborong menjanjikan fee kepada fasilitator agar diberikan proyek pengadaan bahan material pembangunan Risha.

“Padahal untuk sekadar pengadaan material kayu, jasa tukang kayu dan beton, kita punya banyak di sini,” sesalnya.

Dengan adanya kecurangan yang dilakukan oknum fasilitator, Maknun khawatir para pemborong akan mengurangi spek rumah yang akan dibangun. Sehingga, rumah yang dibangun dengan niatan tahan gempa, justru tidak bisa menahan goncangan gempa di masa yang akan datang.

BACA JUGA  200 Hektare Padi Terancam Gagal Panen

Terpisah, salah satu fasilitator pembangunan Risha yang enggan dikorankan namanya justru mengaku tidak mendapatkan fee sama sekali dalam rekonstruksi pembangunan Risha tersebut. Dirinya menjalankan tugas sesuai juklak dan juknis yang ada.

“Semuanya kami arahkan sesuai rekomendasi Perkim dan Korwil. Untuk baja ringan misalnya, kami arahkan ke toko bangunan yang sesuai kebutuhan dan spek,” jelasnya.

Di sisi lain, pembelian material bangunan untuk para korban juga sudah melalui persetujuan Pokmas. Pokmas ini satu tubuh dengan para korban.

“Kalau Pokmas tidak setuju, pasti kita tidak bisa melakukannya,” sangkalnya. (fiz)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Tim Verifikasi Korban Gempa Mesti Ditambah

Read Next

Udang Vaname Siap Masuk Pasar KEK Mandalika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular