Camat Minta Kades-BPD Ungga Berdamai

DOK/RADAR MANDALIKA Zainal Mustakim AP, M. Si

PRABARDA– Camat Praya Barat Daya (Prabarda), Zainal Mustakim meminta agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ungga islah terkait kisruhnya dengan Kepala Desa setempat (Kades).

Pasalnya, pembangunan desa sekarang ini mesti lebih diutamakan ketimbang ego masing-masing. Apalagi, saat ini semua desa sedang gencar-gencarnya menyelsaikan sejumlah program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Selain itu, ia juga bergarap agar kisruh ini segera diakhiri demi masyarakat. Karena bagaimanapun, dengan kisruh selama ini akan berdampak pada terhambatnya pembangun di desa.

“Mohon kiranya rekan-rekan BPD dan Kades, kita islah untuk masyarakat,” pintanya dalam sebuah acara akhir pakan lalu.

Ia mengutarakan dalam melaksanakan pembangunan desa tidak elok memperpanjang perselisihan di internal desa. Sebab, BPD dan Kades merupanan bagian penting dalam suksesi pembangunan di desa. Kalaupun ada yang keliru dan perlu diperbaiki dalam perjalanan pelaksanaan pembangunan yang dijalankan Kades dan perangkatnya, hendkanya dikomunikasikan dan ditegur dengan baik. Tidak perlu harus berselisih paham sampai mencuat ke permukaan. Terlebih, Kades juga siap untuk perbaiki diri sesuai dengan kewenangan yang ada. Artinya katanya, silakan BPD dan Kades menjalankan wewenang, tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) sesuai yang diamanahkan dalam Undang-undang desa nomor 6 tahun 2014 dan aturan-aturan lain yang mengaturnya. Dikatakan Mustakim bahwa, apa yang diharapkan ini sebagai bentuk keprihatinannya atas gejolak yang terus menerus terjadi di desa tersebut. Yang pada akhirnya pihak DPMD dan kecamatan ikut turun tangan mrngakhiri polemik. Hanya saja, masih saja menuai jalan buntu.

BACA JUGA  FKD Harus Kuat dan Kompak

“Kisruh Desa Ungga ini memantik perhatian banyak pihak. Makanya kami dari kecamatan Rabu malam (20/11) itu mencoba memediasi hanya saja ada sedikit perselisihan,” terangnya.

Camat juga menambahkan, kaitannya dalam forum mediasi itu, dirinya hanya menengahi atas apa yang terus saja berpolemik. Tidak ada niat ingin membela Kades maupun BPD. Kalaupun ada penjelasan terkait tupoksi BPD, itu ia sampaikan karena demikianlah adanya sesuai dengan Permendagri nomor 110 tahun 2016. Selain itu, upaya mediasi itu sebagai bagian dari tanggungjawab dan pembinaan dirinya selaku camat. Karena bagaimanapun, program-program desa itu harus selsai dan tuntas sesuai perencanaan. Sebab, desa lain sedang mengebut penuntasan programnya. Dengan begitu, Desa Ungga ia harapkan sama, tanpa harus ada perselisihan seperti ini. Lebih jauh ia sampaikan bahwa, terhadap keributan yang sempat terjadi pada agenda mediasi akhir pekan lalu itu, ia memandang hanya karena miskomunikasi. Makanya diharapkan agar segera diakhiri sebelum terlalu meluas sampai masyarakat ikut tergiring polemik ini.

BACA JUGA  Azhar Susun Pengurus Baru FKD

“Kami dikecamatan punya tanggungjawab untuk jalannya pelaksanaan pembangunan di semua desa di Prabarda, termasuk Ungga. Makanya kita mediasi, tapi masih saja ada miskomunikasi,” pungkasnya. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Ada yang Bisik-bisik Kalau Sri Mulyani itu Pelit

Read Next

Perbedaan Harga Lahan Bypass Dipertanyakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular