Cerita Supriandi Penjual Thai Thea di Mataram

IST/RADAR MANDALIKA POSE: Supriandi (memakai Almamater Unram) saat berfoto bersama dengan teman-temannya beberapa waktu lalu.

Siang Kuliah Malam Jualan, 4 Tahun Kuliah Beres

Cara pemuda satu ini patut ditiru. Sebut saja namanya, Supriadin. Sekarang dia tegah menjalankan usaha barunya, menjual Thai Thea di Kota Mataram.

TONI HERMAWAN-MATARAM

MALAMNYA hari dia harus berkelahi dengan waktu berjualan thai thea di depan Alfamrt Jalan Saleh Sungkar, Ampenan Kota Mataram guna  mengumpul rupiah. Sisi lain, siang harinya harus berpacu dengan waktu demi menuntaskan pendidikan tinggi selama empat tahun.

Sibuk berjualan dan sukses menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun. Ini merupakan tips suksesnya Supriandi merupakan Mahasiswa Unram.

Dia menceritakan,  judul skripsi yang diangkat  pengaruh inflasi, Nilai Tukar (kurs), dan suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun 2015-2017 selesai sudah digarapnya hingga tibanya waktu sidang skripsi. Skripsi ini digarapnya dapat dikatakan dengan konsentarasi yang terpecahkan dan hanya dapat dikerjakan pada malam harinya mulai pukul 22.00 usai menjajakan jualannya.

BACA JUGA  Upaya Satgas Karhutla Padamkan Api di Rinjani

 “Saya kerjain skripsi malam saja habis jualan,” akunya sembari melayani pembeli,” kemarin.

Pria kelahiran 27 Desember 1997 ini mengatakan, skripsi dapat dituntaskan meskipun memiliki kesibukan selain kuliah dengan sesering mungkin menemui dosen pembimbing, mervisi meskipun rasa males meliputi. Jika rasa males datang, dapat membuka laptop dan terlebih dahulu untuk menonton film yang telah disimpan dalam laptop.

“Intinya sering buka laptop, nanti keinginan buat liat skripsi ada kok,” tambahnya.

Putra dari Nasrun dan ibunda Rahmin ini mengaku bersemangat mengerjakan skripsi atas dukungan penuh dari orang tuanya dan teman-teman kelas yang dinamai GGS (Gas Gas Sedang) yang terus memberikan lecutan untuk menyelesaikan tugas akhir tepat waktu.

BACA JUGA  Cara MIN 4 Lombok Tengah Wujudkan Madrasah Maju

“Bapak bilang harus selesai tepat waktu empat tahun, gak usah ditawar,” katanya menirukan pesan sang ayah.

Pria dua bersaudara harus ini, konsisten dengan target empat tahun selesai. Mengingat tanggungan orang tua yang harus membiayai pendidkan adiknya. Sehingga sang ayah harus megadu nasih hingga ke tanah rantaun. “Untuk kejar target itu sepulang jualanan  saya revisi, pagi konsul, sian prepare buat jualan dan sore jualan sampai malam jam 21.30,” tambahnya.

Pria alumni SMAN 1 Sikur ini memberikan pesan supaya tuntas skripsi jangan males datang ke kampus. Meskipun sekedar main-main dan pastinya di Kampus ketemu dengan teman-teman dan akan merasa terpacu jika melihat teman-teman sudah  ada acc skripsi bahkan ada yang sudah  daftar untuk ujian sripsi.

” Skripsi gak kelar, kebanyak mahaiswa males ke kampus,” jelasnya.

Cara ini, Andi lakukan sehingga mampu Yudisium 29 Juli 2019 dan wisudah bulan September. “Sukses ini sebagai contoh untuk semua mahasiswa yang kuliah sambil kerja, gak ada alasan buat skripsi terbengkalai,” tutupnya.(*)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Pembebasan Lahan Dam Mujur Butuh 600 M

Read Next

Kapal Misterius Ditemukan Tenggelam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular