Cueknya Para Wakil Rakyat

ILUSTRASI

MATARAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB terkesan cuek atas derita korban gempa Lombok beberapa waktu lalu. Padahal hingga kini, masih banyak sejumlah korban yang rumahnya rusak berat, namun belum tersentuh bantuan.

“Saya tidak pernah didata sebagai korban. Padahal rumah saya nyaris roboh,” kata Sri, warga Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, kepada Radar Mandalika.

Penanganan bantuan untuk korban gempa di Kecamatan Batukliang Utara sendiri hingga kini masih belum optimal. Masih jauh dari harapan.

Camat Batukliang Utara, HL Wiraningsun pun mengakui hal tersebut. Dia menuturkan, penanganan korban pascagempa masih terus dilakukan. Kendati SK bantuan lanjutan akan diterbitkan tahun depan.

“Semua kan berproses. Tidak ada yang instan dan butuh waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” akunya.

Dia menjelaskan, SK-19 2020 itu akan dikeluarkan pemerintah pusat yang sebelumnya diajukan Pemkab Lombok Tengah melalui Dinas Perkim dan BPBD. Baik untuk bantuan hunian sementara (Huntara), RTG atau bantuan bahan-bahan bangunan lainnya.

Kepala Desa Lantan, Irwandi pun mengaku minimnya bantuan untuk korban gempa di wilayahnya. Bahkan di desanya, terdapat ribuan rumah mengalami rusak dan belum dapat tertangani.

BACA JUGA  PLN NTB Komit Penyediaan Pasokan Listrik

“Yang rusak berat saja ada 230 rumah, tapi baru 89 unit yang sudah dapat bantuan. Ratusan lainnya yang masuk kategori rusak ringan dan sedang juga banyak belum dapat,” ungkapnya. 

Kemudian berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, pembangunan RTG, khususnya rusak berat belum mencapai 50 persen. Dimana yang sudah tuntas baru 223.025 atau 50,79 persen dan yang masih berproses 62.919 unit atau 29,27 persen. Kemudian kategori rusak berat tuntas sebanyak 32,849 unit dari target 75.195, kemudian yang berproses 36.385 unit. Sedang untuk rusak sedang tuntas 17.733 dari target 32.839 unit dan yang masih berproses 7.857 unit. Terakhir kategori yang rusak ringan selesai 62.443 unit dari target 114.506 dan sedang berproses 18.677 unit.

Menyikapi banyaknya korban gempa yang belum tuntas pembangunan RTG, sejumlah anggota DPRD yang dikonfirmasi Radar Mandalika mendadak bungkam. Mereka beralibi sibuk dan enggan berkomentar kepada media.

“Sudah mau iqomat ini. Salat dulu ya,” ujar Wakil ketua DPRD NTB, Muzihir yang dihubungi Koran ini, Minggu malam.

Begitu pula ketika Radar Mandalika mencoba menghubungi Ketua Komisi IV DPRD NTB, HM Fuaidi yang membidangi permalahan itu. Dia memilih bungkam.

BACA JUGA  Wagub Pemerkan Keindahan Alam NTB

“Besok ketemu di kantor ya,” jawabnya singkat.

Politisi Golkar itu juga menjawab terbata-bata ketika Wartawan menanyakan para korban gempa, khususnya di Lombok Tengah yang sampai saat ini belum mendapatkan bantuan stimulan.

“Makanya besok kita ketemu di kantor. Besok saja,” singkatnya.

Atas sikap sejumlah wakil rakyat itu, Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi (SOMASI) NTB justru membalik mempertanyakan tugas pengawasan DPRD NTB. SOMASI melihat tidak ada langkah serius yang dilakukan dewan. Apalagi komisi tertentu yang bermitra dengan OPD terkait.

“Mesti jadi pertanyaan sampai sekarang belum ada langkah yang diambil oleh legislatif. Ini memang jadi sangat krusial dan menjadi pertanyaan, apakah dewan ini tidak menjadikan rehab rekon prioritas?” tegas Peneliti Somasi NTB, Johan Rahmatullah yang dikonfirmasi terpisah.

SOMASI melihat saat ini ada hubungan harmonis yang terjadi antara legislatif dan eksekutif. Namun harmonisasi itu menyakiti rakyat. Sebab tidak menutup kemungkinan harmonisasi itu terbangun lantaran keinginan dewan diakomodir oleh eksekutif. Sehingga untuk menyuarakan yang negatif sangat minim dilakukan.

“Semua itu bisa saja terjadi,” kata Johan.

SOMASI juga mengingatkan dewan tidak lupa tupoksinya yakni pengawasan. Jangan sampai terlena dengan kenyamanan hubungan harmonis namun tugas utama diabaikan. Padahal fungsi oposisi lembaga legislatif sangat penting dilakukan untuk tetap menjamin pelaksanaan program pemerintah berjalan dengan baik.

“Jangan hanya merasakan penderitaan korban gempa itu sebelum Pileg, tapi setelah itu cuek,” sentilnya. (jho)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

AKA Siap Jadi Kuda Hitam

Read Next

38 Jamaah Muhsinin Terbang 4 Desember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular