Dari Apel Siaga Bencana BPBD Lotim

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA CEK SARPRAS: Bupati Lotim saat melakukan pengecekan sarana dan prasarana pendukung kebencanaan dibawah BPBD Lotim.

Sarpras Minim, Tapi Semangat Jangan Kendor

Tim siaga bencana Lotim sudah dibentuk dan mulai aktif. Sarana dan prasarana pendukung yang diakui masih minim, tak boleh membuat semangat kendor.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

APEL Siaga Bencana di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim), bersama unsur Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, Dishub, dan lainnya, dipimpin langsung Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, pada Rabu (8/1) lalu. Bupati saat memimpin apel, memberikan arahan panjang lebar, bagaimana agar siapa pun yang tergabung dalam tim siaga bencana, agar sigap manakala masyarakat membutuhkan.

Di sekitar lolasi apel siaga bencana, terparkir sejumlah sarana dan prasarana pendukung. Mulai dari kendaraan trail, kendaraan pemadam kebakaran, dan sarana prasarana pendukung lainnya. Termasuk juga kendaraan logistik seperti kendaraan dapur umum milik Dinas Sosial (Disos) Lotim.

Usai menggelar apel siaga bencana, orang nomor satu di Lotim ini, tidak langsung pergi meninggalkan lokasi apel. Akan tetapi, langsung melangkahkan kaki ke sejumlah kendaraan yang terparkir disekeliling halaman BPBD. Sembari berjalan melihat sarana dan prasarana pendukung, sesekali melontarkan pertanyaan kondisi kendaraan yang ada. Apakah kendaraan itu baru, atau sudah uzur. Hal itu ditanyakan, karena harus ekstra dalam melayani masyarakat, manakala terjadi bencana.

BACA JUGA  Kisah Gigih Abizah, Bocah Penderita Kelainan Darah

Tanpa diduga, mantan Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lotim ini, melanjutkan langkahnya ke bagian belakang halaman BPBD. Ia melihat satu armada mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), yang kondisinya sudah tak terurus dan rusak berat. Bupati pun melontarkan pertanyaan pada Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD, atas satu unit kendaraan yang rusak dan mangkrak itu, mengapa tidak diperbaiki dan lainnya. Purnama Hady selaku Kalakhar BPBD menjawab, bahwa mobil itu sudah lama rusak. Biaya dibutuhkan untuk melakukan perbaikan cukup besar. Namun oleh Sukiman, memintanya untuk diperbaiki, sehingga bisa dimanfaatkan, untuk masyarakat.

Langkah Bupati pun mengarah ke tempat parkiran Damkar. Disana, Bupati berdialog langsung dengan para petugas Damkar. Pertanyaan Sukiman, mulai dari seputaran baju Damkar apakah memenuhi standar atau tidak, hingga pemenuhan kebutuhan rutin personel, berupa susu dan telur. Termasuk pemenuhan hak berupa asuransi ketenagakerjaan dan asuransi kesehatan. Sukiman meminta, apa yang menjadi kebutuhan personel, karena berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan personel, agar diperhatikan dan dianggarkan.

BACA JUGA  Evakuasi Siswa SMP yang Jatuh di Embung Penambong Mengkuru Janapria

Saat ditanya awak media soal kelengkapan sarana pendukung tim siaga bencana, HM Sukiman Azmy, mengaku masih sangat minim. Tetapi, bukan berarti membuat tim harus lemah dalam menjalankan tugas membantu masyarakat. Sehingga, di tengah kondisi minimnya Sarpras itu, pihaknya kedepan akan berupaya melengkapinya.

“Kalau ada yang kurang, nanti kita koordinasi bantuan dengan provinsi dan pusat. Masalah anggaran bencana, sudah ada disiapkan dari dana tak terduga sekitar Rp 15 miliar,” kata HM Sukiman Azmy, Bupati Lotim. (*)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Gubernur Keluarkan Imbauan

Read Next

Jamaah Ngaku Lebih Nyaman dengan Muhsinin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular