Dermaga Belum Rampung, Ruang Tunggu Duluan Rusak

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA RUSAK: Beginilah kondisi ruang tunggu Pelabuhan Senggigi yang rusak diterjang ponton saat dilihat, kemarin.

LOBAR–Setelah proyek Dermaga Pelabuhan Senggigi tidak selesai, kini malah salah satu ruang tunggu pelabuhan itu rusak. Lantaran diterjang rakit ponton pengangkut material milik pihak Kontraktor.

Berdasarkan pantauan Koran ini kemarin, kerusakan ruang tunggu ada pada bagian atapnya. Bahkan dari video yang ditunjukkan oleh pihak UPTD Pelabuhan Senggigi Dinas Perhubungan (Dishub), jika itu disebabkan karena Rakit Dronton itu membentur bagian samping ruang tunggu. Kini Ruang tunggu itu ditutup sementara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Menurut salah satu Staf UPT Pelabuhan Senggigi Dishub Lobar itu, Harianto Efendi jika kejadianya terjadi pada Sabtu (4/1) sore lalu. Cuaca yang buruk saat itu membuat gelombang cukup tinggi. Sehingga membuat ponton milik pihak kontraktor yang belum dipindahkan langsung menghantam ruang tunggu itu. Pihak Pemkab Lobar sendiri sebelumnya sudah memintah pihak kontraktor memindahkan rakit itu. Pasca putus kontrak proyek. Namun nyatanya belum dipindahkan dengan alasanya pihak kontraktor masih mencari tali pengangkut.

“Ponton inikan diikat disana (ruang tunggu), ombak besar saat itu jadinya ikatannya terlepas dan langsung mukul (ruang tunggu). Itu besi (ponton) saling hantam dengan atap ruang tunggu itu,” bebernya menceritakan kejadian saat itu.

BACA JUGA  Gelombang Besar, Truk Terguling Saat Berlayar

Pihaknya langsung coba mengevakuasi dengan menarik ponton itu ketika mulai mendekati pesisir pantai. Sebab dikhawatirkan jika dibiarkan justru akan menghantam sisi lain dari ruang tunggu itu.

“Jadi ketika sudah dekat pantai langsung kita tarik, sore itu,” bebernya.

Pihaknya sendiri tidak mengetahui sampai kapan ruang tunggu itu akan ditutup. Namun diakuinya hingga kini tidak ada lagi kapal cepat (speedboat) yang datang bersandar. Karena terkendala tidak adanya tempat sandar. Terlebih lagi adanya material dermaga yang belum dipindahkan pihak kontraktor. Disamping banyaknya kapal nelayan yang terparkir disepanjang Pantai Senggigi.

“Karena itu tidak bisa naik (speedboat) diatas (pasir). Jadinya lolos langsung ke Bangsal,” terangnya.

Sejauh ini tidak ada penyeberangan dilakukan dari Pelabuhan Senggigi. Baik yang menuju Bali maupun tiga Gili Kabupaten Lombok Utara (KLU). Menurut salah satu staf UPT Pelabuhan Senggigi yang lain, Fikri terdapat dua perusahaan kapal cepat yang tutup di pelabuhan Senggigi.

BACA JUGA  Jangan Hamil Dulu, Dana Jampersal Habis

“Ada tiga perusahaan kapal cepat dulu disini, sekarang sisa satu,” bebernya.

Selain tidak adanya dermaga, dampak Bencana Gempa masih terasa hingga sekarang. Akibatnya jumlah penumpang yang melalui pelabuhan itu turun drastis.

“Malah pas tahun baru itu sepi sekali,” ujarnya.

Tidak bisa dipungkiri kerusakan dermaga apung sangat berdampak akan kunjungan Senggigi. Maklum saja pelabuhan itu menjadi salah satu jalur penyeberangan untuk menuju Bali maupun tiga gili KLU. Kondisi itupun sangat membuat Pemkab merugi. Sebab selain proyek yang tidak selesai, kini ruang tunggu dermaga itu rusak. Bahkan kapal cepat tidak bisa bersandar.

Melihat kondisi itu, Camat Batulayar, Syahrudin sudah memperkirakan kemungkinan tidak selesainya dermaga itu. Sebab dari awal pihaknya melihat jika tender proyek dermaga itu telat dilakukan. Sehingga pengerjaannya mepet hanya 4 bulan. Akibatnya jika ada kekurangan material tentu akan tidak cukup waktu untuk mengantisipasinya.

“Cuma kita tidak paham apa pertimbangannya, kok dalam waktu mepet itu berani dikerjakan, kami tidak paham atas hal itu,” herannya.

Ia berharap kedepannya dari pihak ULP maupun dinas terkait agar lebih baik dalam menjelankan. Selain itu kualifikasi akan rekanan lebih selektif dilakukan.

“Harus bisa dinilai bagaimana bonafide-nya kontraktor itu. Itu yang dimaksimalkan insya allah hal-hal seperti ini tidak akan terjadi,” pungkasnya. (win)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Dewan Minta Selekstif Pilih Kontraktor

Read Next

Bupati Bakal Terbitkan Perbup Tanah Pecatu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular