Dewan Baru, Jangan Sengsarakan Rakyat!

DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA MEGAH: Dua orang pegawai Sekretariat DPRD Loteng saat melintas di area depan gedung dewan.

Hari ini, 50 anggota DPRD Lombok Tengah terpilih dilantik. Sebagian besar merupakan wajah baru. Sisanya wajah lama. Para wakil rakyat ini, terhitung hari ini sudah menjadi wakil semua masyarakat di Gumi Tastura. Bukan fokus mengurus kepentingan pribadi, kelompok dan partai. Namun harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas.

———————————————————-

MENJADI anggota DPRD kabupaten/kota tak mudah. Membutuhkan proses panjang untuk bisa duduk manis di kursi dewan. Mulai dari perjuangan di tingkat paling bawah hingga paling atas. Masyarakat tentunya hanya bisa menyalurkan hak suaranya saat Pileg kemarin.

Dan sekarang hasilnya sudah muncul. 50 anggota DPRD Loteng terpilih akan dilantik. Mereka semua harus membawa aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan. Dinamika di Loteng cukup banyak. Bahkan yang paling mendesak soal gagal panen, kemiskinan, rumah tidak layak huni, pembangunan DAM Mujur, perbaikan perekonomian warga dan lainnya.

Di momen pelantikan ini, banyak pesan, masukan dan kritik disampaikan sejumlah pihak kepada dewan baru. Salah satunya, Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT mengatakan. Pada momen pelantikan, pengambilan sumpah janji jabatan sangat berat untuk dipikul. Sebab, anggota dewan wajib untuk berlaku adil, bekerja bersungguh-sungguh demi kepentingan bangsa bukan demi kepentingan pribadi, golongan ataupun partai. Dewan baru juga wajib memperjuangkan aspirasi rakyat. Semua itu wajib dilakukan oleh para wakil rakyat, karena mereka akan disumpah. 

“Pelantikan DPRD baru salah satu semangat baru, untuk melakukan percepatan seluruh langkah-langkah untuk pembangunan di Lombok Tengah ke depannya,” kata Suhaili di lokas Bazar Mandalika Kuta, Kamis ( 21/08).

Bupati menyampaikan, pihaknya percaya bahwa para wakil rakyat yang terpilih ini adalah pemimpin yang amanah. Yang akan bersama – sama berkomitmen untuk memberikan kesejahtaraan kepada masyarakat.  Terutama bagi masyarakat yang telah memilihnya.  Tak lupa bupati juga mengingatkan kepada para anggota dewan untuk terus mengabdi kepada masyarakat serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik lainnya.

“Saya berharap dewan baru ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” harapnya.

Selain itu, bupati juga berterima kasih kepada para anggota DPRD periode 2014- 2019  yang telah menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh dedikasi kepada Pemerintah Loteng.

Sementara, Wakil Bupati Loteng,  HL Pathul Bahri berharap, anggota dewan baru ini bisa segera bekerja dan melanjutkan tugas anggota sebelumnya. Dan pihaknya meminta agar dewan baru maupun icumbent ini memiliki komitmen yang selaras dengan eksekutif untuk membangun Kabupaten Loteng kedepanya.  Apalagi melihat pembangunan di Loteng ini, akan terus maju. Baik dari segala sektor.

BACA JUGA  Pemilih Banyak yang “Buta”

“Harapan saya anggota DPRD baru bisa bekerja sama dengan eksekutif membangun Lombok Tengah agar lebih baik,” harap Pathul.

Sementara mantan anggota DPRD Loteng, M Samsul Qomar juga menaruh harapan besar bagi DPRD baru yang terpilih.  Qomar menegaskan, menjadi anggota dewan bukan pekerjaan tapi pengabdian, jadi anggota tidak harus terlalu berharap pada gaji atau penghasilan.   Tapi yang terpenting adalah kontribusi apa yang akan berikan ke daerah ini, termasuk pikiran dan lainnya.

Selanjutnya, Qomar juga mengingatkan bahwa dewan baru harus  rajin-rajin masuk kantor. Sebab dari pengalaman 10 tahun duduk di kursi dewan Loteng.   Banyak dewan yang masuk Senin- Kamis. Bahkan ada yang masuk pas perjalanan dinas saja, tapi itulah oknum yang tidak bertanggungjawab tentu jangan ditiru. 

“ Yang paling penting adalah kita selalu berada di pihak rakyat,” kata politisi dari Partai Demokrat ini.

Mantan wartawan ini juga meminta dewan baru tetap mengkritik pemerintah namun dengan solusi dan formulasi yang baik. Kritik itu “vitamin” bagi kebijakan dan program yang ada, dalam melakukan penganggaran hendaknya pada kebutuhan mendasar rakyat menjadi prioritas jangan atas kepentingan pribadi dan kelompok saja. 

“Jangan main proyek, serahkan pada ahlinya jangan ikut-ikutan jadi kontraktor, lebih baik serahkan kepada ahlinya,”  pesannya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kabupaten Loteng,  Samsul Arizal mengatakan, anggota dewan baru ini, tentu sudah paham tentang fungsi dan tugas mereka. “Semoga mereka bisa menjalankan fungsi mereka, yaitu fungsi budgeting, kontroling dan fungsi legislasi,” kata Samsul kepada Radar Mandalika.

Samsul menerangkan, pihaknya dari  Karang Taruna mewakili segenap jajaran kepengurusan mengucapkan selamat untuk pelantikan anggota dewan baru. Selain itu, dia beharap anggota DPRD lebih peduli terhadap pemberdayaan pemuda, untuk terwujudnya regenerasi estafet kepemimpinan kedepan.

Apalagi, hari ini Lombok Tengah menjadi corong perubahan dengan semua mega proyek di fokuskan di Loteng. Sehigga perlu persiapan  SDM yang baik yaitu, karena pemudalah yang mampu merubah peradaban tetapi tokoh tua juga harus menjadi pemberi semangat sehingga semua elemen bersinergi dalam membangun Loteng sesuai dengan nawa cita pak presiden SDM Unggul untuk Indonesia maju.

Samsul menegaskan, bukan hanya pemuda, masyarakat berharap banyak agar wakil-wakilnya yang duduk di DPRD ini, adalahorang dengan kapasitas mumpuni, sehingga benar bisa menjadi seorang wakil dari seluruh rakyat Kabupaten Loteng. 

BACA JUGA  Pusat “Kirim Penyakit” untuk Daerah

“Ingat sekarang rakyat sudah pintar dan kritis sekali. Tapi masyarakat percaya, orang muda dengan semangat dan pikiran yang masih segar dan kuat, yang mendominasi kursi-kursi di DPRD bisa membawa angin segar bagi kemajuan Loteng,” tuturnya.

Ditambahkan,  Ketua DPD KNPI Loteng, Murakib Usman Khotib mengatakan, anggota dewan baru ini diharapkan benar-benar menjadi wakil rakyat ibarat singa parlemen dan jangan menjadi domba perlemen.

 “Artinya mereka harus mampu memperjuangan aspirasi masyarakat Loteng secara keseluruhan,” kata Bung Roket.

Dia menegaskan, para wakil kita ini harus mampu memahami dan sadar akan tugas dan tanggujawabnya sebagai wakil rakyat. Karena selama ini, pihaknya melihat  DPRD belum mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara maksimal.  Karena masyarakat sangat mengharapakan kepada anggota DPRD yang nantinya akan dilantik, bisa benar memperjuangkan aspirasi masyarakat. Baik itu kesejateraan masyarakat dan berbagai fasiltas pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat.

Selain itu, dewan juga harus lebih memperhatikan para pemuda di Loteng.  Karena memang mereka harus dipikirkan dari sekarang. Apalagi melihat pembangunan di Loteng tentu SDM mereka harus disiapkan.  Sebab, KNPI tidak ingin mereka hanya sebagai penonton di rumah sendiri.

“Itu sangat penting sekali diperjuangkan,” katanya.

Di samping itu, mantan Wakil Bupati Loteng, HL Suprayatno alias Gede Derip

mengatakan, untuk 50 anggota dewan baru diharapkan bisa memegang amanah, dapat bekerja lebih keras dan lebih baik. Lebih khusus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   

Gede Derip mengatakan, dewan harus memahami tugasnya. Dewan sebagai representasi rakyat dan mempunyai fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.  Sehingga keberadaan DPRD melalui pemilihan umum adalah amanat konstitusi. Sebagai suatu amanat maka anggota DPRD dituntut untuk menjalankan amanat ini dengan sebaik-baiknya. Menjaga kehormatan lembaga dan menjaga kehormatan diri sendiri.

“Ingat mereka yang sekarang duduk di bangku dewan itu merupakan wakil seluruh rakyat. Jangan malah mementingkan rakyat yang hanya menjadi konstituen mereka saja,” katanya kepada Radar Mandalika, kemarin.

Derip mengaku, pada intinya semoga para anggota DPRD yang baru dilantik agar dalam mengelola dan menjalankan fungsi-fungsi kedewanan dapat memenuhi ekspektasi masyarakat. Atau paling tidak terlalu mengecewakan masyarakat ketika menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sebab sejauh ini, pihaknya melihat banyak kritikan maupunn kekecewaan dari sebagian masyarakat terhadap perilaku anggota dewan yang tidak mengemban amanat dengan selurus-lurusnya secara moral atau etika politik.

“Saya melihat banyak masyarakat kecewa,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya melihat selama ini kebanyakan dewan masih banyak mementingkan partainya dari pada kepentingan masyarakat. Seharusnya lebih dahulu mereka pikirkan.  Sebab, dengan pilihan masyarakat mereka bisa duduk di bangku empuk tersebut.   Dan sebagai saran, dewan yang baru nantinya juga harus banyak turun menyelesaikan segala persoalan di tengah masyarakat serta melihat segala potensi yang ada di Loteng guna pembangunan kedepannya.(jayak/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Firli Klaim Tak Melanggar Etik Ketemu TGB

Read Next

Modal Maju Paling Tidak 20 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular