Dikbud Kekurangan 3800 Guru

H Lalu Suandi
( MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA )

LOTIM – Jumlah guru negeri yang pensiun di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim), mencapai 3800 orang guru. Bahkan tahun ini, jumlah itu akan bertambah sehingga Dikbud akan kekurangan guru hingga 4 ribu orang.

Kepala Dikbud Lotim, H Lalu Suandi, kepada Radar Mandalika, kemarin mengatakan, masalah dihadapi pendidikan khususnya negeri, adalah tenaga pendidik. Jumlah guru negeri masih jauh dari kata cukup. Bila setiap kelas dan mata pelajaran diampu oleh guru negeri.

Karena itu bicara sekolah negeri, pemerintah harunya masuk melakukan pengangkatan. Namun sebab berbagai faktor, termasuk moratorium, sehingga kesulitan untuk mendapatkan guru negeri. Malah saat pembukaan formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) waktu lalu, Dikbud hanya mendapat jatah 29 guru, dan dari Katagori Dua (K2) sebanyak 46 orang guru.

“Jumlah rill kekurangan kita baru 3800 guru, dan akan mendekati menjadi 4000 guru,” tegas Suandi.

Di tengah kekurangan itu lanjut Suandi, terdapat dua sumber dalam melakukan pengangkatan guru honorer. Ada yang menggunakan SK Bupati dan ada pula menggunakan SK kepala sekolah.

BACA JUGA  SMKN 3 Mataram Hindari Coret-Coret

Untuk melakukan pengangkatan tenaga honorer, sedikit agak pelik dalam mengambil keputusan. Hal itu, seiring dengan kebijakan Bupati, melakukan evaluasi dan klasifikasi tenaga honorer sesuai masa pengabdian. “Masalah lain kita hadapi, rekrutmen guru di sekolah tak terkendali. Kebutuhan guru 4 orang, tapi dilain pihak yang diangkat 6 orang,” sebut Suandi.

Di tengah proses upaya rasionalisasi dilakukan pemerintah, Dikbud menunggu hasilnya. dan berharap dalam waktu dekat hasilnya keluar. “Memang, semua guru honorer diberhentikan, tapi mereka tetap masuk tanpa gaji, dan menunggu harapan dari Bupati,” ungkapnya.

“Kita ini jelas-jelas kekurangan guru PNS. Sementara guru non PNS, tak diikat dengan baik,” pungkasnya. (fa’i/r3)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Kades Dilarang Terlibat Politik Praktis

Read Next

Gendang Belek Bilelendo Mulai Digandrungi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular