Disperindag Gelar Pelatihan Home Industry

PELATIHAN: Sejumlah ibu-ibu saat dilatih dalam pembuatan olahan makanan, Sabtu lalu. ( HAFIDZ/RADAR MANDALIKA )

BATUKLIANG—Sebanyak 30 warga Desa Mantang, Barabali dan Aik Darek mengikuti pelatihan mengelola rumah industri (home industry). Kegiatan yang diinisiasi Disperindag Loteng ini digelar sejak 14-18 Februari di aula Lumbung Informasi dan Edukasi IKM Pancor Dao, Desa Aik Darek. Adapun pelatihan yang digelar yakni pembuatan kacang asin, abon ikan asin, keripik tempe dan ragam olahan dari umbi-umbian.

Kepala Bidang perindustrian Disperindag Loteng, Hj. Baiq Enny Mardiana menjelaskan, dalam dalam menindaklanjuti program pengentasan kemiskinan di Loteng yang tercantum dalam Dokumen pelaksanaan Anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah tahun 2019 terdiri dari dua program kegiatan. Program yang dimaksud yakni pelatihan IKM untuk masyarakat miskin dengan jumlah anggaran Rp 1.005.000.000 dan peningkatan sarana produksi bagi IKM dengan anggaran Rp 3.977.452.000.

Oleh karena itu Kepala Dinas sesuai dengan hasil kordinasi TKPKD akan membuat desain atau strategi monitoring dan evaluasi dalam program pengentasan kemiskinan mulai dari penentuan sasaran, tahapan pelasanaan dan pendampingan kepada kelompok masyarakat miskin serta berkordinasi dengan SKPD pelaksana program kemiskinan, terutama dalam penentuan sasaran program kemiskinan agar tidak terjadi tumpang tindih program.

“Pelatihan ini digelar menumbuhkan IKM baru yang berdaya saing. Pelatihan industri agro ini dibagi dalam 19 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang selama lima hari persatu angkatan,”

ujar Hj. Baiq Enny Mardiana.

Sementara Kades Aik Darek, Abdurrasyid berharap, pelatihan ini bisa mendongrak kegiatan ekonomi warga sekitar. Sehingga peserta bisa mendapat bekal untuk menciptakan wirausaha baru.

BACA JUGA  Kecamatan Siap Melayani Cetak e-KTP

Terlebih kata dia, pembinaan berkelanjutan dari Pemkab Loteng diharapkan terus berlanjut. Sebab, di desa BUMDes yang dikelola di Aik Darek terbilang mati suri.

“BUMDes kami sendiri memang masih bermasalah. Pengelolaan BUMDes kami belum dikelola baik oleh orang yang ahli di bidang ekonomi. Sehingga, untuk mengembangannya kembali perlu ada kegiatan pelatihan semacam ini,” ungkapnya.

Ia mengakui, BUMDes tidak akan berjalan sesuai harapan masyarakat jika warga tidak memiliki mental wirausaha yang baik. Sehingga, dalam pelatihan pengolahan pangan dan buah di gedung sentra IKM ini, pihaknya sangat menaruh perhatian besar.

Hal senada diungkapkan Kades Barabali, L Ali Junaidi. Dia menjelaskan, di desa yang dipimpinnya beragam buah-buahan yang potensial dikembangkan. Seperti avokad, manggis, durian dan beberapa tumbuhan lainnya.

BACA JUGA  Kampung KB di Desa Pejanggik Diklaim Berhasil

“Di semua dusun kita punya potensi di bidang agro. Makanya, kami harapkan buah-buahan yang dikembangkan warga bisa diolah, dibeli dan dipasarkan di gedung sentra IKM ini,” sebutnya. (fiz)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Masyarakat Dilatih Olah Pupuk Organik

Read Next

Tim Verifikasi Korban Gempa Mesti Ditambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular