Fasilitator Terkendala Pemahaman Warga

KOSULTASI: Fasilitator Desa Bajur Kecamatan Labuapi saat mengkonsultasikan kendala yang ditemuinya di kantor BPBD Lobar, kemarin. ( WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA )

LOBAR—Kerja fasilitator rekonstruksi rumah rusak ringan dan sedang di Lombok Barat (Lobar), belum dihadang kendala. Imbasnya, perbaikan rumah menjadi terlambat.

Seperti dialami fasilitator Desa Bajur Kecamatan Labuapi, Nurul. Ia terkendala dengan masyarakat setempat yang masih awam tentang penanganan pascagempa. Meski sudah beberapa kali dilakukan sosialisasi, tetap saja ada yang belum memahami mekanisme pencairan dana bantuan.

“Apapun yang mereka minta, harus kita berikan biar faham. Jangan sampai sudah berjalan ada yang tidak paham. Jadi sampai sekarang masih kami sosialisasi,” katanya saat ditemui di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, kemarin.

Masalah lain, beberapa warga dua dusun di desa tersebut tidak mau menyelesaikan administrasi pencairan. Lantaran buku rekening bantuan yang diterima tidak sesuai dengan SK katagori rusak yang dialami.

“Di SK rusak sedang, tapi di buku tabungan katagorinya rusak ringan. Kita sudah mengecek ke lokasi, memang rusak sedang,” sambungnya.

Kondisi itu diperburuk dengan kosongnya petugas Babinsa yang mengawal di desa tersebut, karena sudah naik jabatan. Ia pun sudah berkoordinasi dengan Kodim untuk pengisian jabatan Babinsa di desa itu. “Itu jadi kendala juga,” sebutnya.

BACA JUGA  Warga Lobar Curhat ke Bang Zul

Kepala Pelaksana BPBD Lobar, HM Najib membenarkan keluhan fasilitator tersebut. Terutama sumber daya yang ada di tingkat kelompok masyarakat (Pokmas), untuk merencanakan penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) dan sebagainya. “Ini tidak bisa terlepas dan harus dibantu fasilitator,” ujarnya.

Meski sudah didampingi fasilitator, nyatanya tetap ada Pokmas yang tidak mengerti. Bahkan memilih datang ke BPBD untuk menanyakan secara langsung. Padahal, BPBD juga harus mengacu pada juklak/juknis yang sudah ada. “Dari provinsi merevisi juknis mana yang akan menghambat. Ada beberapa dipangkas untuk percepatan,” ungkapnya.

Berdasarkan data, dari Rp 1,13 triliun sudah disalurkan ke rekening korban gempa sebanyak 72 ribu lebih. Baik untuk rumah rusak berat, sedang dan ringan. Di mana dari 13 ribu lebih rumah rusak berat, dananya sudah seluruhnya masuk 100 persen ke 516 KK. Sisanya sekitar Rp 335 miliar untuk 13.426 KK akan kembali diusulkan ke BPNP. “Bulan ini kita usulkan kembali,” pungkasnya. (win/r3)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Pencuri Motor Dibekuk Saat Mabuk

Read Next

Kunjungan Wisatawan Terancam Mahalnya Tiket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular