Huntap Baru Tuntas Dibangun 449 Unit

MENUNUJUKKAN: Kades Tanak Beak, Maknun saat menunjukkan rumah RISHA yang dibangun, kemarin. ( HAFIDZ/RADAR MANDALIKA )

MATARAM – Progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) untuk korban gempa bumi di NTB, masih minim sampai dengan saat ini. Akibatnya, masih banyak warga korban gempa bumi belum bisa tidur nyenyak.

Lebih menyedihkan lagi, pembangunan Huntap khususnya kategori rusak berat masih di bawah angka 500 unit yang jadi dari kebutuhan sesuai hasil verifikasi sebesar 73.138 unit. Data yang disuguhkan pemerintah ke Radar Mandalika yang siap huni untuk rusak berat baru 449 unit, terdiri dari model RISHA sejumlah 184, RIKA sejumlah 112, dan RIKO sejumlah 153.

 Untuk RISHA sendiri di Kabupaten Lombok Barat baru 46 unit, Lombok Tengah 57 unit, 33 unit di Lombok Timur, KLU 28 unit, Mataram 13 unit dan Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat masing -masing baru siap huni tiga unit. Namun pemerintah mengaku lain sedang dalam proses pembangunan 2.486 unit.

Untuk RIKA sendiri di Lombok Timur 42 unit,  Sumbawa 12 unit dan Sumbawa Barat baru 18 unit. Yang masih berproses 1.728 unit. Lalu model RIKO sendiri di Lombok Tengah 42 unit, Lombok Timur 1 unit, Mataram 2, Sumbawa 4 unit dan Sumbawa Barat 93 unit. Yang masih berproses pembangunannya 2.325. Model lainnya seperti RCI yang masih berproses 40 unit dan RISBA 128.

“Yang sudah selesai siap huni baru 449 unit,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muh Rum di Mataram, kemarin.

Rum menjelaskan, untuk jenis RIKA, RISHA dan RIKO membutuhkan waktu pembuatan sampai 2,5 bulan. Ini berbeda dengan model Rumah Instan Baja (RISBA) kata Rum, setiap satu unit rumah pondasinya bisa dikerjakan 2 hari merakitnya 6 jam dengan 4 pekerja. Artinya, jika korban gempa lebih banyak memilih jenis RISBA maka untuk membangun lebih dari 10 ribu unit bisa dilakukan dalam satu bulan bahkan awal April saja akan tembus diangka 24.000 yang bisa selesai. Pihaknya mengaku, seringkali mensosialisasikan kepada masyarakat agar mereka merubah minat Huntap kalau perlu semuanya ke model RISBA.

BACA JUGA  PSSI Akan Fasilitasi Anak NTB Salurkan Bakat

“Tapi lagi-lagi kembali ke masyarakat sendiri,” katanya.

Jika melihat dari minat  Huntap model RISHA 4.471 atau 17,27 persen, kemudian model RIKA peminatnya 8.818 unit atau 31,36 persen, RIKO 12.236 unit atau  47,2 persen dan RCI hanya dimintai 75 unit dan RISBA 983 unit atau 3,80 persen.

Rum menyebutkan, banyak menemukan kendala dalam pembangunan Huntap seperti kekurangan fasilitator mengingat kebutuhan fasilitator kurang lebih 24 ribu personel saat ini hanya 1.364 ribu itu sesuai data Menteri PUPR. Berikutnya juga ada kaitannya dengan kriteria jenis rumah dimana masyarakat mata Rum masih trauma dengan model rumah beton dan proses swadaya masyarakat masih lamban ini disebabkan meraka belum pulih baik secara materi maupun mental.

BACA JUGA  Umrah Bersama Muhsinin Tours & Travel (1)

Rum menerangkan, untuk perbaikan rumah rusak sedang (RS) baru tuntas sampai hari ini mencapai 356 unit dari yang terverifikasi 33.075 unit dan yang rusak ringan (RR) 7.116 unit dari 108.306 yang telah keluar SK verifikasinya.(jho/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Pasukan TNI Diterjunkan ke NTB

Read Next

Sekda Minta ASN Netral!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular