Jalur Suela dan Sembalun Rawan Pohon Tumbang

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA TUNJUKKAN : Kadis LHK Lotim saat menunjukkan jenis pohon Angsana yang akan ditanam pada bahu jalan, dan saat ini masih proses pembibitan di LHK, kemarin.

LOTIM – Hujan memang belum mengguyur Lombok Timur (Lotim), seperti daerah lain. Namun antisipasi terjadinya pohon tumbang saat hujan nanti tetap dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Caranya dengan melakukan komunikasi ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) NTB.

“Komunikasi sudah kami bangun, tinggal menunggu kapan diajak turun lapangan melakukan survey pohon yang berpotensi tumbang,” kata Marhaban, Kepala DLHK Lotim, di kantornya kemarin.

“Minimal kita sudah ingatkan pihak provinsi, dan akan diajak turun,” tambah Marhaban.

Wilayah yang paling diantisipasi terjadi pohon tumbang adalah sepanjang jalur Suela dan Sembalun. Harapannya bisa secepatnya turun melakukan survey, guna mencegah timbulnya korban jiwa, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Sebab, di sepanjang jalur tersebut, banyak pohon-pohon besar yang menurutnya rawan tumbang.

BACA JUGA  Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Alsintan

Jangan sampai sudah makan korban dulu, baru dilakukan penebangan. Makanya diharapkan secepatnya diajak turun survey, agar cepat tertangani. Apakah nanti pohon yang ditebang itu dimanfaatkan untuk tempat-tempat istirahat wisatawan di sepanjang jalur atau dimanfaatkan untuk ruang terbuka hijau, atau seperti apa,  tergantung kesepakatan bersama.

“Untuk sementara, yang menjadi prioritas dianggap paling rawan pohon tumbang, disepanjang jalur menuju Sembalun,” tegasnya.

Termasuk akan diidentifikasi pohon bahu jalan yang rawan tumbang, terutama pohon sengon atau pun trembesi. Bahkan, sudah banyak laporan warga diterima terutama warga dalam kota terkait sejumlah pohon yang berpotensi tinggi mudah tumbang, menimpa rumah warga. “Khusus pohon bahu jalan, sedang kita identifikasi,” tandasnya.

BACA JUGA  Dinilai Semerawut, BPNT Harus Didata Ulang

Karena Trembesi atau Sengon mudah tumbang, pihaknya mewacanakan pohon bahu jalan diganti menggunakan jenis Angsana. Jenis Angsana berdasarkan penelitian, pohon ini paling banyak meresap C02, dan dampak kerontokan daun minim. Sekarang ini, jenis Angsana sedang dilakukan pembibitan dengan jumlah hingga 3000 bibit. Pembibitan tidak menggunakan APBD. “Memang pertumbuhan Angsana agak telat tapi kuat. Sengon memang pertumbuhannya cepat, tapi merusak infrastruktur,” tandasnya.

Terdapat satu jenis pohon diinginkan Bupati dan bunganya warna warni, bisa ditanam khususnya di dalam Kota. Hanya saja setelah dicek harganya, per satu bibit Rp 3,5 juta. “Hasil kajian kami pohon bahu jalan yang cocok itu hanya Angsana. Saya tidak tahu siapa dulu pertama menggunakan Sengon. Kalau saya, tidak akan boleh tanam Sengon. Sengon cepat memang cepat besar tapi cepat merusak,” pungkasnya. (fa’i/r3)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Bantah Atur Tempat Pembelian Material

Read Next

Pesimis Sadir Square Selesai Tepat Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular