Januari 2019, Okupansi Hotel di Mataram 30 Persen

Tampak seorang receptionis di Hotel Puri Indah & Convention di Mataram. ( razak/radar mandalika )

MATARAM – Tingkat hunian hotel (okupansi) di Hotel Puri Indah & Convention yang beralamat di Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak sesuai target yang telah direncanakan. Okupansinya mencapai 30 persen. Capaian tersebut dinilai rendah dan bahkan sepi sepanjang Januari 2019.

“Sepi pak. Trendnya antara 20 sampai 30 persen untuk Mataram Kota,” ujar General Menager (GM) Hotel Puri Indah & Convention, Eko Yowono, kepada Radar Mandalika, Mataram, Minggu (24/2).

Salah satu penyebabnya adalah pasca kenaikan harga tiket pesawat untuk tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) semenjak beberapa bulan lalu. Sehingga membuat pariwisata NTB sangat lesu dan para wisatawan baik mancanegara maupun domestik enggan berkunjung ke NTB. 

BACA JUGA  Pemkot Matangkan Persiapan ke China

Bahkan banyak dari mereka yang membatalkan atau cancel berkunjung ke Lombok, lewat Lombok International Airport (LIA). “Di kami tak ada yang cancel,” katanya.

Diketahui, pada awal Januari 2019, tingkat hunian hotel tersebut belum menunjukkan perkembangan sifnifikan yakni sebesar 40 persen. Angka itu mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya di Desember 2018. 

“Januari ini turun, semua hotel di Mataram turun. Setelah tahun baru, kita turun sampai hari ini. Berapa hari ya, sembilan hari ya masih sepi. Kita masih diposisi 40 persen,” sebutnya.

Sementara sebelumnya, tingkat hunian hotel itu di Bulan September tidak lebih dari 40 persen. Kemudian naik lagi pada Bulan Oktober hingga Desember 2018 dengan rata-rata tingkat hunian sebesar 60 sampai 70 persen.

BACA JUGA  Rekrut P3K Sesuai Kemampuan Daerah

“Oktober naik sedikit. Kemudia di Bulan Desember naik karena Desember itu banyak meeting. Mulai orang meeting,” ujar Eko. (cr-zak/r04)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Kapolda Lepas Ribuan Peserta Fun Bike

Read Next

Kajari Klaim Kasus Alat Pertanian Jalan Terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular