Jokowi Hadiri Groundbreaking Sirkuit MOTOGP

DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA MAKIN PASTI: Sejumlah wisatawan asing sedang berada di sekitar pantai Kuta.

PRAYA-Mimpi pemerintah Indonesia bakal terwujud. Khususnya bagi masyarakat NTB. Pasalnya, pembangunan sirkuit MOTOGP sudah jelas. Tak ada tawar menawar lagi.

Sebagai bukti, Oktober 2019 Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan akan kembali menginjakan kakinya di KEK Mandalika Kuta, Lombok Tengah. Jokowi akan datang untuk menghadiri groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan sirkuit MOTOGP.

Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT menegaskan, presiden dipastikan datang. Selain peletakan batu pertama, Jokowi juga dijadwalkan akan menghadiri kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majlis Ulama Indonesi (MUI) pada tanggal 10-13 Oktober di KEK Mandalika juga.

“Iya bulan Oktober ini pak presiden akan datang lagi,” kata Suhaili kepada media, kemarin.

Suhaili menegaskan, pada kegiatan groundbreaking nanti, pada Kamis malam (19/09) lalu, pihak ITDC sudah datag ke pendopo.  Dari penjelasan pihak ITDC, bahwa presiden akan dipastikan hadir.  Namun sebelum kedatangan presiden, tim dari pihak Dorna Prancis akan datang lebih awal untuk memantau lahan tanggal 9 Oktober mendatang. 

BACA JUGA  Prabowo Semprot Elit Nyolong Uang Rakyat

“Tim Dorna akan memastikan atau mengecek kesiapan lahan lebih awal,” beber Suhaili.

Dari kedatangan Jokowi itu, Pemkab dari sekarang menekankan kepada tim percepatan pembangunan baik dari unsur kepolisian, TNI maupun tim teknis lainnya agar segera untuk turun menyelesaikan segala persoalan lahan.  Berdasarkan laporan tim, masih ada 3 hektare lahan yang hingga saat ini belum kelar.

 “Memang tinggal sedikit,” sebutnya.

Kendati ada belum dibebaskan, pihaknya bersama dengan ITDC memastikan penyelenggaraan event MOTOGP Mandalika 2021 akan berjalan lancar. Pembangunan fisik sirkuit MOTOGP akan mulai dikerjakan Oktober mendatang.  Hal itu sesuai dengan rencana awal yang sudah disepakati.  

“Kami pastikan pembangunan Mandalika Street Circuit saat ini berjalan sesuai dengan rencana,” yakin bupati.

BACA JUGA  Dipeluk Jokowi, Qori Syamsuri Firdaus Terharu

Sementara soal 3 hektare yang belum bisa dibebaskan. Alasannya karena memang masih ada persoalan harga.  Sebab, untuk harga lahan yang ditawarkan pemerintah melalui tim appraesel sekitar 70 hingga 80 juta per arenya.  Tapi warga pemilik lahan mau lepas dengan harga Rp 100 juta bahkan lebih. 

Bupati menjelaskan, trek balap MOTOGP yang akan dibangun nantinya berjenis sirkuit jalan raya. Pembangunan dilakukan bersama ITDC dan anak perusahaan konstruksi global asal Prancis, Vinci Construction Grand Project (VCGP).  Selain itu, untuk mendukung sirkuit juga akan ada jaringan drainase bawah tanah secara terintegrasi untuk pembangunan jaringan pipa air, listrik, hingga fiber optik akan dipersiapkan.

“Sementara pembangunan sirkuit sepanjang 4,32 kilometer itu akan dibangun oleh Vinci yang akan menghabiskan biaya USD1 miliar. Selain pembangunan sirkuit, investasi tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan hotel beserta fasilitas pendukung lainnya,” beber Suhaili.(jay/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Sorot Kemiskinan, Keamanan dan Narkoba

Read Next

Persiapan Atlet yang Akan Harumkan Nama Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular