“Jurus” Dinas Lingkungan Hidup KLU Manfaatkan Sampah

FOTO AHMAD ROHADI/RADAR MANDALIKA BIMTEK: Para guru di beberapa sekolah saat mengikuti Bimtek pengelolaan sampah menjadi bahan berguna, kemarin.

Sasar Sekolah, Bentuk Sekolah Adiwiyata untuk Kelola Sampah

Sampah menjadi persoalan kecil namun berdampak besar jika abaikan. Sekarang Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Permukiman Lombok Utara tengah menyiapkan “jurus” untuk memberantas sampah. Seperti apa?



AHMAD ROHADI-LOMBOK UTARA

PENANGANAN sampah tidak cukup dengan memenuhi sarana alat seperti tong sampah, dan tempat pembuangan sementara. Untuk itu perlunya kreatifitas menjadikan sampah tidak lagi sebagai limbah tak berguna, namun bias memunculkan nilai ekonomis.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Permukiman Lombok Utara pun  mulai menggagas beberapa gerakan untuk menekan limbah sampah agar dapat bernilai ekonomis dengan menggandeng beberapa unsure. Seperti sekolah.

Sekolah yang ada saat ini, mulai diatensi pihak dinas untuk dapat diajak bersinergi dalam pengelolaan limbah sampah. Sebanyak 35 sekolah kini diminta untuk menjadi pilot project sebagai sekolah Adiwiyata yang mana sekolah Adiwiyata ini merupakan sekolah yang mendapat peran sebagai lembaga pendidikan yang peduli dengan lingkungan, dan memiliki kreatifitas dalam pengelolaan sampah.

“Kita mulai dari 35 sekolah untuk jadi pilot project sekolah Adiwiyata di Lombok Utara, “ungkap Kasi Peningkatan Kafasitas Bidang Pengelolaan Sampah dan B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan  Permukiman Lombok Utara, Tomi Arwanto, kemarin.

Upaya ini dinilainya sebagai bentuk dukungan dalam mengelola sumber sampah dengan menyiapkan beberapa strategi penanganan. Sumber sampah saat ini dikelompokkan dari tiga bagian sumber sampah pasar, rumah tangga, dan disekolah-sekolah. Sehingga diharapkan sumber sampah yang rutin ini bisa menjadi atensi untuk menangani salah satunya menjadi bernilai ekonomis.

“Nanti kami juga akan bimtek sekolah ini untuk diajarkan bagaimana mengelola sampah pelastik menjadi ekobrek atau bisa dibuatkan beberapa kerajinan seperti tas, dompet, tempat minum dan sebagainya sehingga bernilai ekonomis , dan kami siap memberikan dukungan,” jelasnya.

BACA JUGA  Mengenal M Rizki Irhas, Juara 1 IT Competition


Dalam proses edukasi ke sekolah ke depannya ,kata Tomi saat ini sudah banyak komunitas pemerhati lingkungan di Lombok Utara akan dilibatkan untuk penguatan kapasitas di sekolah-sekolah, pihaknya di dinas LH pun kata Tomi akan membangun komitemen dengan sekolah dalam konsentrasi program ini, dan pihaknya sudah menyatakan bersedia memberikan dukungan guna suksesnya pilot project sekolah Adiwiyata.

“Sekolah Adiwiyata ini sebetulnya sudah kita gagas dari jauh-jauh hari, sehingga sekarang kami lakukan penguatan saja,” ujarnya.

“Jadi dengan sosialisasi ini kita punya pandangan atau wawasan untuk bagaimana mengelola sampah betul-betul menjadi nilai yang bermanfaat,” sambung Kepala SMPN 1 Tanjung H. Johdi.(*)



Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Catat! Tiga Tuntutan Warga

Read Next

Bayar Sekolah, Pakai GoPay Aja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular