Kades Dilarang Terlibat Politik Praktis

Lalu Sungkul (DOK/RADAR MANDALIKA)

PUJUT—Camat Pujut, Lalu Sungkul mengingatkan para Kades, khususnya di Kecamatan Pujut tidak terlibat politik praktis, jelang pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden 17 April mendatang. Peringatan itu ia pertegas setelah salah satu oknum Kades di wilayahnya bernisial LB ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) beberapa waktu lalu.

“Makanya mohon tidak usah ikut-ikutan dalam pelaksanaan kampanye maupun dukungan terhadap partai politik. Begitu juga dengan para Prades,” pinta Sungkul.

Dikatakan, selaku pejabat yang digaji oleh Negara, Kades juga dilarang untuk ikut berpolitik praktis. Artinya, meski mengemban jabatan yang diperoleh melalui jalur politik, namun Kades tetap dilarang untuk terlibat. Apalagi sampai mengumpulkan massa lalu mengkampanyekan seseorang Caleg maupun Capres.

“Ini saya sampaikan sebagai bentuk kewaspadaan kita bersama. Kita sebagai warga Negara punya pilihan, tapi bukan berarti kita harus ikut-ikutan,” terangnya.

Saat ini lanjut mantan Pjs Kades Tumpak ini, khusus untuk Caleg, di semua desa pasti ada jagoan masing-masing. Tentu pantauan masyarakat kepada Kades akan terfokus, termasuk pada dirinya selaku ASN. Selain itu, Panwas kecamatan maupun kabupaten juga turun langsung mengawasi gerak-gerik para Kades dan ASN yang terlibat. Oleh karena itu, pertimbangan Kamtibmas di tengah masyarakat harus diutamakan.

BACA JUGA  Membangun Desa dengan Musyawarah

“Belum lagi, sebentar lagi kita mau gelar Festival Bau Nyale. Ini harus jadi fokus kita bersama di Kecamatan Pujut,” ajaknya. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Kuripan Induk Tuan Rumah MTQ

Read Next

Dikbud Kekurangan 3800 Guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular