Kadir Sulap Sampah Jadi Paving Blok

BAIQ NURIYAM/RADAR MANDALIKA KERJA: Terlihat pak Kadir sedang bekerja membuat paving blok dari sampah dirumahnya, kemarin.

PRINGGARATA- Masalah sampah kini menjadi isu nasional. Terlebih untuk mendukung program Gubernur NTB dalam menangani sampah atau Zero Waste. Namun berbeda dengan warga Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata yang berhasil menyulap sampah menjadi barang bernilai.

Seperti Kadir warga Dusun Dasan Baru yang berinisiatif menyulap sampah menjadi Paving Blok. Itu berhasil diwujudkan setelah dilakukan uji coba kekuatan oleh anaknya yang sedang melakukan studi di Universitas Mataram.

Diakuinya, inisiatif ini berawal dari sampah yang begitu banyak dan menumpuk dimana-mana. Walau dibakar tapi hasilnya belum bisa maksimal tetap saja menyisakan bekas. Sehingga ia berinisiatif untuk mencoba menyulapnya menjadi paving blok.

“Kekuatan paving blok yang biasa cuma bisa menahan beban atau kekuatannya kurang lebih satu ton, yang satu ton saja sudah retak. Akan tetapi paving blok dari sampah kekuatannya bisa menahan beban dari dua ton sampai tiga ton. Sehingga kekuatan paving blok sampah dua kali lipat daripada paving blok biasa,” bebernya saat diwawancara di kediamannya, kemarin.

BACA JUGA  Forum BPD Musda Bulan Depan

Kadir menambahkan, per hari bisa menghasilkan 20 lebih paving blok. Dimana satu paving blok bisa menghabiskan 10 kilo sampah yang dicampurkan dengan pasir dan limbah bangunan lainnya.

“Kalau sampahnya banyak bisa cetak sampai 50 buah per hari, akan tetapi yang menjadi kendala di sini mesin cetakannya. Sehingga harus nunggu selesai cetakan yang satu dulu baru bisa cetak yang lain lagi, yang mana satu buah paving blok membutuhkan 15 sampai 20 menit baru bisa jadi,” ujarnya.

Ia berharap, ada bantuan dari Pemdes maupun instansi terkait terlebih untuk bantuan mesin cetak paving blok. Sehingga bisa memberi contoh untuk masyarakat bagaimana cara menyulap sampah menjadi uang.

BACA JUGA  Konservasi Tanak Beak Tak Kalah dengan Samota

“Karena pekerjaan ini cukup mulia, selain bisa menjaga kebersihan pekerjaan ini juga bisa menghasilkan uang,” tutupnya.

Sementara itu Kades Murbaya, Herman Wijaya sangat mendukung dan apresiasi terhadap masyarakat yang ikut peduli dengan sampah. Ke depan Pemdes akan memfasilitasi dari segi peralatannya dan akan melakukan pelatihan pembuatan paving blok. Sehingga masyarakat khususnya Desa Murbaya bisa lebih kreatif dalam memanfaatkan sampah.

“Walau sampah menjijikkan bukan berarti tidak bisa menghasilkan uang, tergantung bagaimana bisa membaca dan melihat peluang sehingga bisa menyulap yang awalnya menjijikkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berharga,” tutupnya. (cr-nur)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Pesimis Sadir Square Selesai Tepat Waktu

Read Next

UPK Kecamatan BKU Minta Pemdes Cerdas Kelola BUMDes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular