Kadus Malas Dipecat Saja!

TARNADI/RADAR MANDALIKA MENYAMPAIKAN: Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menyampaikan pidatonya saat acara silaturrahmi pertemuan gerakan bersama mewujudkan desa yang aman, bersih, sehat dan religious di aula Kantor Camat Pratim, kemarin.

Bupati Ajak Semua Pihak Bersama Wujudkan Loteng yang ABSR

PRATIM—Niatan pemerintah kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk mewujudkan pembangunan daerah di segala sektor terus digaungkan melalui berbagai program. Kali ini melalui program mewujudkan Loteng yang aman, bersih, sehat dan religius (ABSR). Kali ini hal tersebut disampaikan di Kecamatan Praya Timur (Pratim). Dihadapan Kadus dan Kades serta pimpinan lembaga desa se-Kecamatan Pratim, Bupati Loteng H Moh Suhaili FT mengajak agar semua elemen masyarakat pimpinan formal dalam hal ini Pemdes bersama-sama pimpinan informal membangun daerah melalui program ABSR tersebut. Tentu dengan program strategis, terutama di tingkat desa. Diantara, melalui rutinitas ronda malam, gotong royong dan program lainnya. Bahkan, jika unsur komponen pemerintah di bawah dalam hal ini Kadus tidak siap dan tidak mau menjalankannya, bupati dua periode ini tidak segan-segan meminta Kades memecatnya.

“Saya keliling di 12 kecamatan ini untuk menagih komitmen sumpah dan janji untuk melaksanakan amanah rakyat untuk membangun dusun, desa, daerah dan Negara,” jelasnya.

Sekarang ini kata Abah Uhel, pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sedang serius dan berpacu dalam membangun pengembangan pariwisata daerah. Situasi dan kondisi kabupaten Loteng tersebut harus didukung penuh melalui ABSR. Agar kesiapan sebagai kabupaten tuan rumah bisa terlihat. Tentu azas manfaat dan dampak positifnya juga akan dirasakan bersama oleh masyarakat Loteng. Oleh karena itu sekarang ini tidak ada alasan bagi pemegang amanah di desa untuk tidak mau terlibat langsung dalam upaya pembangunan tersebut. Sebab, program ini sebagai program pendukung pengembangan pembangunan nasional itu. Keamanan katanya, tidak bisa dibebankan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa saja. Sebab, jumlah mereka tidak banyak, hanya satu orang di desa. Sehingga perlu dihidupkan ronda malam. Demikian juga, kebersihan harus menjadi atensi bersama dengan rutin melakukan gotong royong bersama sekali dalam seminggu setiap pagi jumat minimal satu jam. Sehingga, sebagai bentuk menagih komitmen sebagai aparat pemerintah di tingkat desa, ia meminta kepada Kadus bersama masyarakatnya untuk memperhatikan ini semua. Karena pada Februari mendatang program ini harus berjalan di semua desa apapun alasannya.

BACA JUGA  Manfaatkan BUMDes Atasi Kelangkaan Pupuk

“Perhatikan itu, tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan, kita sudah punya komitmen bersama untuk mengabdi kepada masyarakat. Pak Kadus, jangan sampai tidak mau jalankan ini,” pesannya.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut ia pun meminta Kades melakukan pengawasan kepada Kadus. Jika tidak menjalankan komitmen tersebut, ia meminta agar Kades memberhentikan Kadus tersebut. Bahkan, jika Kadus itu tidak mau diberhentikan meski tidak menanggapi arahan tersebut, ia pun akan memberikan sanksi kepada Kades yang bersangkutan. Hal tersebut pihaknya lakukan bukan tanpa alasan. Politisi Golkar NTB ini menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2019 diketahui mulai tahun ini Kadus akan menerima penghasilan tetap (Siltap) setara ASN Golongan IIa yakni sekitar Rp 2 juta lebih. Artinya, ia tidak ingin para Kadus dan perangkat desa lainnya bekerja setengah-tengah dalam membangun komitmen bersama melayani masyarakat, terutama kaitanya dalam menjalankan program terbarunya tersebut. Terlebih, hajatannya untuk kemaslahatan bersama.

BACA JUGA  Bakan Prioritaskan Jaringan Irigasi

“Dengan gaji besar ini sudah banyak yang mau jadi Kadus, kalau macam-macam dan tidak mau melaksanakan program ini, kita pecat saja,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pratim Lalu Fathurrahman meminta agar apa yang menjadi program Pemkab tersebut didukung bersama ke depannya. Sebab, yang akan menerima dampak program ini yakni masyarakat itu sendiri. Kadus dan Kades selaku pimpinan di desa mesti menjalankannya. Karena seperti diketahui, arahan untuk ABSR ini untuk memecahkan berbagai persoalan di desa seperti sampah menumpuk dan terganggunya Kamtibmas.

“Saya sangat berharap agar bapak-bapak Kadus dan Kades untuk mendukung program itu dengan menjalankannya sesuai dengan arahan beliau (bupati, Red),” seru camat baru ini. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Bupati Bakal Terbitkan Perbup Tanah Pecatu

Read Next

Warga Tanak Rarang Tuntut Janji Pemkab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular