Korban Gempa Bumi Belum Disentuh

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA KORBAN GEMPA: Asiah alias Inaq Sudir saat berdiri di dalam rumahnya yang banyak retak parah akibat gempa bumi tahun lalu.

MATARAM – Mendekati satu tahun penanganan gempa bumi di Lombok Sumbawa. Masih banyak korban gempa belum disentuh bantuan stimulan. Bahkan Desember tahun ini, akan berakhir masa transisi penanggulangan bencana.

 Di Lombok Tengah seorang korban gempa, Asiah, 52 tahun warga Batujai, Kecamatan Praya Barat rumahnya sangat memprihatikan bahkan sudah tidak berani dia tempati. Tembok rumahnya banyak yang retak parah akibat gempa tahun lalu. Inaq Sudir sapaan perempuan tua itu terpaksa membuat rumah  dari bedek untuk tempat tinggalnya. Bantuan dari pemerintah yang katanya akan diberikan kepada korban gempa hanya mimpi disiang bolong. Pasalnya sejak gempa itu rumahnya hanya didata oleh kadus setempat, Alwan Wijaya yang saat ini sudah menjadi Kepala Desa Batujai.

“Saya dengar rumah rumah yang lain sudah diperbaiki semua tapi saya malah tidak diurus,” kata Inaq Sudir kecewa  koran ini kemarin di Loteng.

BACA JUGA  Izin Pembangunan Kelenteng Konghucu, Wali Kota Mikir-Mikir

Inaq Sudir lahir pada 01-07-1967 di Dasan baru Bunrejeng, Batujai namun sejak digusur pemerintah untuk pembuatan jalan By Pas BIL Mataram ia pindah dan menetap di Bunwaki dusun Semundi, Batujai. Saat kejadian gempa itu ia sudah memberitahukan kepada pemerintahan dan saat itu langsung didatangi Kadus dan Babinsa untuk didata.

“Tapi sampai sekarang tidak ada informasi lagi,” keluhnya.

Ia sendiri tidak bisa berbuat apa apa.  Tempat tinggal kumuh, sederhana dengan terpaksa ia tempati bersama anak saudara kandungnya, Lidaini yang ia besarkan. Inaq Sudir  masih tetap berharap agar pemerintah memperhatikan kondisinya. Inaq Sudir mengaku sempat bertanya kepada Kadus setempat tindak lanjut dari rumahnya itu namun hanya dijawab pendataannya sudah lewat.

“Mbe janji pemerintah eto (mana janji pemerintah itu),”katanya kesal.

Inaq Sudir masih bertanya tanya bantuan pemerintah yang katanya akan diberikan untuk korban gempa seperti Jaminan Hidup, Isi rumah dan lainnya. Menurutnya jangan sampai pemerintah membohongi rakyat kecil yang miskin.

BACA JUGA  Muhir Diputus Dua Tahun, Jaksa Ajukan Banding

Sementara itu Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Provinsi NTB, Ahsanul Khalik mengaku pendataan menjadi ranah Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) kabupaten setempat. Data hasil pendataan itu dari Kabupaten Kota yang langsung dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat sesuai SK Bupati Walikota. Provinsi mengaku hanya mengawal

percepatan review pencarian dana dari BNPB.

“Ditanyakan ke Perkim Loteng (Lombok Tengah), Penanggungjawab pendataan Loteng, Perkim Loteng,” ungkap Ahsanul terkesan melempar masalah dikonfirmasi terpisah.

“Saya juga akan coba telusuri,” janjinya.

Ahsanul mengaku rumah yang rusak akan tetap diperbaiki selama masuk dalam kriteria kerusakan. Ia malah menyarankan masyarakat agar diajukan lagi data diri mereka.

“Masyarakat bisa mengajukan dan nanti tentu tim penilai kerusakan akan menilai apa benar dan layak rusak,” katanya.

Terkait dengan masalah yang di Loteng itu,  menjadi tanggung jawab daerah Loteng.

“Ini Penanggungjawab di Loteng,” ungkapnya. (jho/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Gubernur Tegas, Nama BIL Dirubah

Read Next

ICW Sebut Logika Istana Menyesatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular