Kurangi Sampah Lewat Padasuka dan TPS3R

LAUNCHING: Padasuka saat dilaunching pemerintah di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Lotim, kemarin. ( HUMAS PROTOKOL FOR RADAR MANDALIKA )

LOTIM – Untuk pengurangan dan penanganan sampah berbasis kewirausahaan, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim), meresmikan Program Desa Swadaya Kebersihan (Padasuka). Padasuka diresmikan pemerintah di Desa Dasan Lekong Kecamatan Labuhan Haji Lotim. Sekaligus meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji.

Wabup Lotim, H Rumaksi SJ menjelaskan, program Padasuka diharapkan betul-betul dijalankan dengan senang hati, untuk menjaga lingkungan. Apalagi, sampah yang masuk di TPA Ijobalit, setiap harinya cukup besar. Sementara daya tampung TPA hanya 489 ribu meter kubik.

Jika tak ada upaya mencari solusi maka dipastikan empat tahun kedepan, TPA yang hanya memiliki luas areal mencapai 9,5 hektare itu, akan over load. Kendati Pemda sendiri, terus berupaya melakukan perluasan areal, agar sampah bisa tertampung. ”Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), agar terus berinovasi. Apalagi hari ini pengelolaan sampah dengan sistem Reuse, Reduse dan Recyle (3R),” jelasnya.

Saat ini dari 254 desa dan kelurahan di Lotim, sudah terbentuk 49 bank sampah. Kedepan harap Rumaksi, adanya program Padasuka dan didukung TPST, lebih banyak desa maupun kelurahan, mendirikan bank sampah. Mengingat Dana Desa (DD) yang dikelola desa semakin meningkat. Hal itu, agar masalah sampah bisa tertangani.

“Saya yakin, desa dan kelurahan pasti memiliki anak-anak yang kreatif dan inovatif. Bisa mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis,” tandasnya.

Gubernur NTB, melalui Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi NTB, Hj Hartina menilai, Padasuka merupakan wujud kepedulian bersama, dalam ikhtiar membangun budaya bersih di Lotim dan NTB umumnya. Sebab, kebersihan ialah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia. Tak peduli manusia terpelajar atau tidak, intelektual atau tidak, kekurangan atau berkecukupan.

BACA JUGA  FKD Desak Perbup 43 Direvisi

Banyak negara di dunia ini besar karena budaya bersih. Bersih adalah awal dari kenyamanan yang bisa menghasilkan pemikir kreatif. Dari kreativitas, akan berujung pada produktivitas, sehingga menghasilkan hasil yang berguna dan bermanfaat. Hal sederhana, bisa dilakukan untuk membangun kesadaran akan cinta kebersihan. Tentu, harus mulai dari diri sendiri, kemudian ditularkan kelingkungan keluarga, lingkungan sekitar, hingga lingkungan skala desa.

“Semoga Padasuka ini, bisa diikuti daerah lain di NTB. Sehingga tumbuh rasa mencintai kebersihan bagi desanya. Dunia yang diciptakan Tuhan, harus dijaga dengan baik,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Staf Ahli Kementerian PUPR RI, Achmad Gani Ghazaly Akman. Menurutnya, pengelolaan sampah saat ini, menjadi salah satu tantangan terbesar di Indonesia. Hasil riset Sustainable Waste Indonesia (SWI), 42 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Dari 65 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia setiap hari, 15 juta ton mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak tertangani. Itu terjadi, karena dukungan sarana dan prasarana pengangkutan, yang belum efektif.

BACA JUGA  FHK2I Lotim Minta Keadilan Hasil Seleksi P3K

“Yang patut menjadi perhatian, perilaku dan kebiasaan buruk masyarakat yang sering membuang sampah ke sungai atau alam,” terangnya seraya menegaskan ini adalah tanggungjawab bersama untuk mencari solusinya.

“Harus ada perubahan perilaku, peningkatan kedisiplinan dan konsistensi dalam mengelola sampah. Komponen masyarakat harus mulai bergerak, membuat desa secara mandiri atau swadaya, mampu menjaga kebersihan lingkungannya,” tambah Ghazali.

Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta pemerintah, segera mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang persampahan. Sehingga, masalah sampah cepat tertangani. “Padasuka kami harapkan bisa menjadi ikon dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah di masyarakat. Progam ini sejalan dengan program kami di kementerian yang sudah jalan dari tahun 2015 lalu. Makanya, kami dukung daerah ini dengan program TPST3R,” pungkasnya. (fa’i/r3)

Spread the love
  • 16
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16
    Shares

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Belasan Ton Cabai Lombok Akan Dikirim ke Batam

Read Next

Harga Tiket Mahal Masih Dikeluhkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular