Mantapkan Kewirausahaan, MTsN 2 Kunjungi Pabrik Roti

KUNJUNGAN: Sejumlah siswa MTsN 2 Lombok Tengah saat mengunjungi pabrik roti yag ada di DesaLabuapi, Lombok Barat. ( IST/RADAR MANDALIKA )

LOTENG—Guna memantapkan ekstrakurikuler (Ekskul) Kewirausahaan, MTsN 2 Lombok Tengah terus mengadakan praktek lapangan. Salah satunya denagn mengunjungi pabrik roti yang ada di Desa Labuapi, Lombok Barat, minggu lalu. Sebelumnya, praktek lapangan juga sudah dilakukan. Dalam hal ini, siswa diajak untuk mengunjungi sentra pembuatan lapak dari bahan baku rotan di Dusun Mentokok, Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat.

Pembina ekskul Kewirausahaan MTsN 2 Loteng, Syamsiati mengatakan, kegiatan yang langsung bersentuhan dengan praktikum selama ini adalah langkah yang paling praktis dalam rangka menumbuh kembangkan minat siswa untuk dapat menghasilkan karya. Karya yang dimaksud adalah sesuatu pekerjaan atau kegiatan di luar akademik yang hasilnya bisa bernilai ekonomis.

“Siswa harus dikenalkan langsung, bukan hanya sekadar teori di dalam kelas saja,” ujarnya.

Sementara itu, dipilihnya pabrik roti ini karena sistemnya baik. Dimana dengan cara sederhana namun bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Perusahaan rumahan yang memproduksi berbagai aneka roti ini merupakan produsen roti terkenal di Lombok. Bahkan produknya tersedia di banyak galeri atau toko-toko se Lombok. Dalam kunjungan yang diberi label Studi Pembelajaran Kewirausahaan ini, siswa menemui langsung karyawan yang sedang meramu atau membuat berbagai jajanan roti.

BACA JUGA  Berharap Mediasi Selesaikan Masalah

“Selain itu juga di ajak langsung mempraktekkan cara mengolah jajanan tersebut,” terangnya.

Kepala MTsN 2 Lombok Tengah, H Abdul Fatah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pembina Kewirausahaan dan seluruh santri yang ikut dalam kegiatan studi pembelajaran tersebut. Menurutnya, teori dan praktek harus diselaraskan. Tidak cukup siswa hanya mendapatkan teori saja di dalam kelas apalagi yang menyangkut pelajaran kewirausahaan. Akan tetapi nilai terbaiknya adalah siswa tersebut dapat mempraktikkan teori yang di dapatkan di dalam kelas. Sehingga praktik di lapangan menjadi sesuatu yang sangat pas untuk dilakukan.

“Semoga menjadi nilai positif bagi pengembangan sumber daya manusia yang baik,” pungkasnya. (bam)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Pemkot Diminta Segera Investarisir Aset

Read Next

Sulitnya Nol Rumah Kumuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular