Melihat Kesetian Pasangan Difabel Radiah dan Asiah

BAIQ NURIYAM/RADAR MANDALIKA ROMANTIS: Terlihat romantis ke dua pasangan nenek Asiah dan Radiah saat ditemui dirumahnya, kemarin.

Kekurangan Fisik Bukan Halangan, Tetap Satu Dalam Cinta

Meski dalam keterbatasan fisik, nun kesetian pasangan Radiah dan Asiah tetap terjaga. Mereka tetap memilih untuk menjalani hidup bersama dalam kekurangan.

BAIQ NURIYAM-LOTENG

DIKISAHKAN, hidup sepasang suami istri di Dusun Aik Darek, Desa Aik Darek, Kecamatan Pringgarata.

Radiah mamanya. Pria tuna netra yang saat ini mengadu nasib menjadi seorang Belian Sasak untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya. Ia hidup bersama istrinya, Asiah. Keterbatasan fisik tidak membuatnya lengah dan mengalah untuk menjalani hidup. selain ia jago dalam ilmu mantra, ia juga pintar Ngaji Kayat. Sehingga banyak orang yang mengundangnya ketika ada acara khaflah sekaligus Ngaji Kayat.

“Mata saya memang buta, tapi hati nurani saya tidak pernah buta. Saya masih bisa melakukan aktivitas seperti pergi salat berjamaah, ngaji kayat dan berternak. Cuma itu aktivitas yang bisa saya lakukan, tidak berani keluar rumah terlalu jauh kalau tidak ada yang menemani,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Ia mengakui, matanya memang buta sejak lahir sampai sekarang. Ia berharap bisa sembuh dan normal seperti orang-orang lainnya. Akan tetapi karena keterbatasan perekonomian keluarga, ia harus menanggung beban itu sampai tua.

BACA JUGA  Kisah Pak Lan, Si Penjualan Bakso Keliling Berjualan Sejak 1992, Omzet Jauh di Atas Pegawai Negeri

“Sejak lahir saya tidak bisa melihat, coba bayangkan bagaimana menderitanya hidup tidak bisa melihat kekuasaan Allah. Kadang saya menangis kalau meratapi nasib yang begini tapi saya tetap bersyukur masih bisa di beri hidup sampai sekarang, sampai saya punya istri dan anak,” ucapnya.

Ia mengakui, di usia yang ke 60 ini dirinya sudah menikahi tiga perempuan, istri pertamanya meninggal sebelum punya anak. Sehingga ia harus hidup sebatang kara, tidak lama kemudian ia pulang ke rumah orang tuanya dan di sana ia dijodohkan dengan sepupunya yang juga merupakan tuna netra. Tetapi ia tidak setuju dengan pernikahan itu sehingga ia memilih untuk kabur dan mengasingkan diri ke rumah yang ia tinggali saat ini. Disanalah ia bertemu dengan Asiah.

“Di tempat ini saya bertemu dengan istri yang sekarang dan menghasilkan anak satu tapi sekarang sudah menikah. Saya bersyukur punya istri yang bisa menerima apa adanya, bisa diajak hidup susah dan selalu setia menemani kita di sisa usia terkahir ini. Kami tak pernah perdebatkan harta atau saling menuntut satu sama lain. Karena kami berusaha saling menerima dari awal dan memang sudah terbiasa hidup apa adanya bahkan kalau tidak ada beras kita makan pakai ubi rebus,” tuturnya.

BACA JUGA  Melihat Kisah Hidup Papuq Mune

Sementara itu, Asiah mengakui, kekurangan dan keterbatasan fisik tidak menjadi alasan untuk ia pergi meninggalkan suaminya.

“Bahkan dengan kondisi suami yang seperti itu saya semakin kasian dan semakin sayang. Kalau bukan saya siapa lagi yang akan merawat dia. Kita hidup apa adanya walau di rumah reot seperti ini tapi saya bahagia bisa tetap tinggal bersama suami. Kadang kalau suami telat pulang dari masjid saya jemput dan cari dia ke masjid takut kenapa-kenapa, ini memang sudah garis hidup masing-masing tapi kalau kita bisa menikmati dan mensyukuri Insyaallah akan selalu di berkahi Allah ta’ala,” ucapnya.

Pesan moral yang bisa di ambil dari kisah ke dua nenek itu adalah bagaimana menerima pasangan hidup apa adanya, keterbatasan dan kekurangan tidak pernah meleburkan ketulusan cinta. Jangan pernah saling menuntut akan tetapi bagaimana cara untuk menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Bagaimana untuk bisa hidup apa adanya tanpa harus mengikuti gaya hidup orang lain,. Karena kesetiaan itu tidak diukur dari seberapa banyak harta dan secantik atau segagah apa pasanganmu melainkan bagaimana untuk tetap berjuang bersama dan bertahan dalam keadaan apapun. (*)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Barabali Bangun Sirkuit Motocross

Read Next

Jelang HPN 2020, Panitia Merapat ke KemenkumHam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular