Menemeng Bangun Tiga Balai Posyandu

IST/RADAR MANDALIKA SEKENEM: Salah satu balai Posyandu yang dibangun oleh Pemdes Menemeng, Kecamatan Pringgarata tahun lalu.

PRINGGARATA– Salah satu program fisik yang dibangun Pemdes Menemeng, Kecamatan Pringgarata tahun lalu ialah Balai Posyandu. Program yang dihajatkan untuk pembenahan sarana dan prasarana pendukung bidang kesehatan tersebut dibangun sejumlah tiga unit yang ditempatkan di tiga dusun. Kini, program tersebut telah dimanfaatkan azas manfaatnya oleh masyarakat tiga dusun setempat. Adapun tiga dusun lokasi pemangunannya diantaranya Dusun Darek, Gundul dan Dusun Jabon.

“Tiga unit kita bangun, dua berupa berugak sekenem (enam tiang, Red), satunya gedung Posyandu permanen,” beber Sekdes Menemeng, Supiandi kepada Radar Mandalika, Selasa (7/1).

Diutarakan Supiandi, perbedaan jenis balai Posyandu yang dibangun tersebut karena berdasarkan usulan masyarakat dusun itu sendiri yang mana disampaikan langsung oleh kepala dusunnya. Misalnya, di Dusun Gundul dan Dusun Darek dibuatkan berugak sekenem. Sedangkan di Dusun Jabon sendiri dibuatkan gedung Posyandu yang permanen. Dari tiga balai Posyandu tersebut, Pemdes alokasikan dana sebanyak Rp 162 juta melalui Dana Desa (DD). Dana tersebut katanya, diarahkan juga untuk pembelian sarana dan prasarana pendukung aktivitas Posyandu masyarakat seperti soundsystem, korsi, meja, ATK dan perlengkapan lainnya. Hal tersebut dilengkapi karena balai Posyandu tersebut multi fungsi. Selain untuk tempat kegiatan Posyandu anak-anak belita dan ibu hamil, digunakan juga untuk tempat musyawarah mufakat atau pertemuan lain tingkat dusun.

BACA JUGA  Sukadana Benahi Lembaga Desa

“Ada banyak program juga di dusun-dusun nantinya. Kita bisa pakai balai Posyandu tersebut,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Sekdes, dengan adanya perlengkapan tersebut bisa memudahkan sosialisasi kesehatan yang biasa diprogramkan tenaga kesehatan dari Puskesmas. Dijelaskan, pada 2020 ini juga, Pemdes bakal alokasikan dana untuk pembangunan satu unit balai Posyandu permanen di Dusun Karang Kesambik. Itu diprogramkan karena dari daftar Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2020, usulan tersebut ada. Makanya, Pemdes prioritaskan pembangunannya dengan cara memasukkannya dalam APBDes tahun ini. Sehingga demikian, sejauh ini tinggal lima dusun yang belum tersentuh pembangunan balai Posyandu.

“Kita punya sembilan dusun di sini. Baru tiga yang telah ada balai Posyandu-nya, yang dibangunkan tahun lalu itu. Satu lagi tahun ini dibangunkan,” sebutnya. 

BACA JUGA  Desbumi Pringgarata Jadi Desmigratif

Lebih lanjut disampaikan Supiandi, untuk dusun-dusun yang belum dibangunkan, bakal dibangunkan di tahun-tahun mendatang secara bertahap. Karena rencananya Pemdes akan bangun di semua dusun. Selain itu, kalaupun dusun itu sampai sekarang ini belum punya balai Posyandu, itu dikarenakan dusun tersebut mendapat program lain. Misalnya, jika Dusun Sempoja dapat program lain, tidak bisa dapat dibangunkan balai Posyandu. Diterapkan demikian agar semua dusun memperoleh program setiap tahun secara merata dan tidak menumpuk disatu dusun. Lebih jauh dikatakan, untuk program tersebut akan tetap diprioritaskan pembangunannya setiap tahun hingga semua dusun telah dibangunkan. Harapannya agar pelaksanaan rutinitas Posyandu sekali dalam sebulan itu berjalan optimal. Apalagi dana untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu itu dananya tidak sedikit. Seperti di desanya tahun lalu alokasikan dana sebanyak Rp 48 juta lebih. Dana tersebut termasuk di dalamnya digunakan untuk insentif Kader Posyandu.

“Pembangunan balai Posyandu ini juga usulan dari rekan-rekan Kader Posyandu,” pungkasnya. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Serage Gelar Pelatihan Anyaman Ketak

Read Next

Bos Pabrik Bata Ringan Ditahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular