Misbach Ngaku yang Diuntungkan Bali

Misbach Mulyadi ( JHONI SUTANGGA /RADAR MANDALIKA )

MATARAM – Kehadiran sirkuit MotoGP di KEK Mandalika Lombok Tengah, memancing reaksi pelaku pariwisata bicara lantang. Apalagi, event dunia ini akan dihelat 2021. Selain diapresi dan menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat NTB, ini justru disebut tidak bisa menikmati hasil dari keberadaan sirkuit itu, malah yang diuntungkan Bali.

Salah satu pelaku pariwisata di NTB, Misbach Mulyadi mengatakan, saat ini NTB masih terkendala dengan keberadaan kamar hotel yang akan menampung sekitar 100 ribu orang itu, atau paling tidak 50 ribu orang. Sementara saat ini, data penginapan loseman termasuk hotel berbintang hanya 6.000 kamar, termasuk untuk kamar hotel berbintang sekitar 1.000 kamar. Akibat dari kondisi itu, yang hanya sanggup menyiapkan kamar itu adalah Bali. Jika saja NTB mulai tahun ini bisa membangun hotel berbintang dengan kapasitas 2.000 kamar, maka tentunya akan memakan waktu sekitar 10 tahun untuk bisa hotel terbangun.

“Dengan kondisi ini yang dintungkan pasti Bali. Ketersediaan kamar di NTB tidak memungkinkan itu pun pengunjung pastinya mau tinggal di hotel berbintang,” kata Misbach di Mataram, kemarin.

Kehadiran sirkuit MotoGP itu, tentunya akan membuka peluang investasi sebesar-besarnya. Namun proses pembangunan hotel itu tidak memakan waktu singkat. Pelaku senior di bidang pariwisata itu melihat, sebetulnya NTB tidak siap dengan sirkuit MotoGP itu. Kesiapan NTB itu setidkanya 10 tahun untuk menyiapkan infrastruktur lainnya.

BACA JUGA  Hina Presiden, Seorang Pelajar Diamankan

Selain kondisi kamar hotel yang menjadi malah juga lahan parkir pesawat, dimana kata dia saat ini hanya bisa menampung 12 maskapai yang parkir. Ini perlu menjadi perhatian, sebab bisa saja ada yang akan membawa pesawat pribadi untuk nonton.

Lalu soal SDM, kata Misbach, gubernur harus bisa berpikir menjadikan Poltekpar menjadi icon pendidikan pariwisata di Indonesia, sehingga mahasiswanya tidak saja dari Indonesia melainkan luar negeri. Posisi Poltekpar itu disebut Misbach, salah satu yang akan menunjang SDM untuk dunia pariwisata. Putra putra daerah, lanjutnya harus bisa mengambil peran di sektor sektor pariwisata. Menghadapi Sirkuit MotoGP itu, tentunya dari segi restoran harus tersedia restoran sekelas internasional. Sebab, baik pemain atau penonton tentunya tidak mungkin akan makan di tempat atau restoran yang biasa. Begitupun dengan kebutuhan untuk makanan sendiri pastinya akan diambil di Bali.

BACA JUGA  Aduan Warga NTB Lebih Banyak Soal Jalan

“Yang siap pastinya Bali, lagian Bali diuntungkan,” yakinnya.

Menurut dia, Pemerintah harus bisa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak misalnya untuk maskapai penerbangan Airline, kemudian  Angkasa Pura dan yang tidak kalah penting soal kemanana. “Sebetulnya kita berpikir 10 tahun untuk siap. 10 tahun itu persiapan infrastruktur,” katanya lagi.(jho/r1)

Spread the love
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Wabup Sorot Tambak Udang Lengkukun

Read Next

Kritik Johan untuk Membangun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular