Nelayan Diterkam Buaya di Teluk Awang

IST/RADAR MANDALIKA DIGIGIT BUAYA: Sudir (40 tahun), seorang warga Gubuk Asem Dusun Awang Balak Desa Mertak, Kecamatan Pujut dipandu dua warga lainnya setelah diketahui digigit buaya ketika menangkap ikan di laut sekitar rumahnya, Minggu (24/11).

PRAYA— Keberadaan buaya diperairan Teluk Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut yang berdekatan dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Awang kini kembali muncul dan meresahkan warga. Dimana sebelumnya pada 2016 dan 2017 kemunculan buaya sempat menggegerkan warga. Para nelayan sekitar pun mengaku, keberadaan kawanan buaya yang sebelumnya diketahui berjumlah sekitar enam hingga tujuh ekor ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya nelayan di dusun sekitar, akan tetapi juga nelayan yang ada di Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur (Pratim) dan Desa Bangkat Parak, Kecamatan Pujut. Bahkan, selama ini sering menjadi tontonan warga sekitar. Terutama beberapa ekor buaya yang biasa menetap di muara Jambat Jebak yang merupakan wilayah yang berbatasan dengan Desa Kidang dengan Desa Bangkat Parak. Hingga pada Minggu malam (24/11) kemarin seekor buaya hampir menewaskan salah seorang nelayan bernama Sudir, (40 tahun) warga Gubuk Asem Dusun Awang Balak Desa Mertak, Kecamatan Pujut. Warga yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan ini terluka di wajahnya diduga akibat gigitan buaya saat dirinya menangkap ikan dengan cara menyelam.

Diketahui, korban Sudir diduga ditikam oleh buaya pada Minggu (24/11) sekitar pukul 22.30 wita. Dimana korban seperti biasanya mencari ikan dengan cara menyelam di muara sebelah timur tempat tinggalnya. Kadang, selain meneyelam, Sudir menangkap ikan dengan memasang jala dan dengan cara memancing. Pada beberapa menit sebelum kejadian, korban turun datang menangkap ikan bersama teman- temannya sesama nelayan. Hanya saja, ketika korban sedang menyelam dipinggir laut yang berdekatan dengan muara itu, tiba- tiba datang seekor buaya yang tidak diketahui keberadaannya dan asalnya menghampiri korban. Seketika itu korban langsung diserang oleh binatang amphibi tersebut pada bagian kepalanya. Beruntung saat itu nyawa korban berhasil diselamatkan. Meski disekitar raut wajah dan dada korban nampak terkena gigitan dari binatang buas tersebut. Akibatnya, muka korban penuh dengan luka dan langsung diberikan perawatan medis.

BACA JUGA  Warga Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

“Beruntung temen-temennya menangkap ikan bisa membantu Sudir melawan ganasnya buaya yang beratnya diperkirakan lebih dari 1 kuintal tersebut,” aku Bayik Bahtiar, Kepala Dusun Belonsong Desa Kidang yang diketahui jarak rumahnya sekitar 100 meter dari TKP ini.

Diceritakan Bahtiar bahwa, saat kejadian juga ada banyak warga dari beberapa dusun di Desa Kidang menangkap ikan menggunakan jala di lokasi yang jaraknya tidak jauh dari TKP. Dari penuturan mereka katanya, ketika kejadian dan mendengar rekan-rekan korban berteriak sontak para nelayan Desa Kidang bergegas membantu. Sebagian dari mereka bergegas menggulungkan jalanya dengan terpaksa. Hal itu dilakukan karena mereka takut menjadi korban berikutnya. Untuk diketahui juga beber Kadus muda ini, selama ini memang kawanan buaya di tiga desa di sekitar Teluk Awang, Desa Mertak, Bangkat Parak dan Desa Kidang ini kerap muncul. Bahkan bisa dibilang setiap hari. Tak ayal, buaya-buaya ini menjadi tontonan dan momen selfie bagi mereka. Namun demikian, bagi para nelayan keberadaan buaya ini sangat mengganggu mereka. Sebab, ada banyak dari mereka ini menggantungkan mata pencahariannya sebagai nelayan. Oleh karena itu, dengan adanya kejadian ini, ia berharap agar pemerintah diminta segera mengambil langkah penangkapan buaya tersebut. Kendati memang, sejak tiga tahun kawanan buaya ini tidak pernah memakan korban, tapi cukup mengurangi penghasilan mereka. Terutama setelah kejadian Minggu malam itu, ia pastikan warga tidak ada yang berani turun menangkap ikan secara tradisional tersebut.

BACA JUGA  Gemel Terapkan Wajib Zakat bagi Prades

“Kalau disekitar muara Jembatan Jebak bisa dibilang setiap hari muncul. Makanya mohon pemerintah untuk menangkap buaya dilokasi sebelum ada korban seperti itu lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H Muhammad yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kejadian itu. Namun pihaknya akan mengupayakan untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya mengatasi kekhawatiran masyarakat tersebut. terutama dengan pihak BKSDA yang menangani permasalahan tersebut. Pasalnya untuk menangkap buaya ini juga membutuhkan berbagai langkah mengingat buaya ini dilindungi. Langkah tersebut untuk menghindari agar jangan sampai ada korban lain akibat dari adanya buaya liar itu.

“Saya sendiri belum mendapat informasi masalah warga yang digigit ini. Tapi kalau benar maka kita akan segera mengambil langkah,” ungkapnya, kemarin.

“Biasa memang buaya ini ada di air tawar dan memang dilindungi, jadi karena berada dimuara yang merupakan pertemuan dengan laut maka harus kita koordinasi,” sambungnya. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Ranperda Desa Persiapan Segera Ditetapkan jadi Perda

Read Next

Ada yang Bisik-bisik Kalau Sri Mulyani itu Pelit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular