Parah, 14 Remaja di Mataram Positif Narkoba

BNNP FOR/RADAR MANDALIKA RAZIA: Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra saat memimpin razia di lokasi game online di warnet, Jumat malam pecan lalu.

MATARAM – Sebanyak 14 remaja di Kota Mataram dinyatakan positif menggunakan narkoba. Ini hasil pemeriksaan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB. Mereka ditemukan saat dilakukan razia oleh BNN saat sedang asyik main game Online di warnet di Kota Mataram, Jumat lalu. Razia tersebut dipimpin langsung Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra.

Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat  terkait maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. Dengan informasi tersebut BNNP melakukan razia deteksi dini terhadap ancaman bahaya narkoba di lingkungan masyarakat.

“Terutama para pengguna jasa game online, warnet, playstation yang buka 24 jam,” katanya.

Sugianyar menjelaskan, ada enam lokasi yang menjadi sasaran razia khususnya di jasa/penyewaan game online, warnet, playstation yang buka 24 jam di Kota Mataram. Dari 132 orang pengunjung yang dilakukan tes urine, terdapat 14 orang yang positif menggunakan narkotika. Dari jumlah tersebut, 2 orang ditemukan di Game Play Gomong, 3 orang di King Jalan Panjitilar, 3 orang di Warnet Vex Jalan Swakarya, 3 orang di Game Play Jalan Swakarya, 1 orang di Dede Net Jalan Merdeka, dan 2 orang di Joker Jalan Majapahit.

BACA JUGA  PKL Bermobil Bikin Kota Semrawut

Lebih parah lagi, ditemukan tiga siswa SD yang masih duduk kelas 4 yang asyik main game online di atas jam 12 malam. Padahal mereka paginya harus bersekolah.  Sugianyar mengatakan, dengan kondisi ini sangat memprihatinkan. Sebagian besar warnet digunakan sebagai kegiatan game online yang beroperasi 24 jam.

Menurut Sugianyar, kondisi tersebut berpotensi besar sebagai bagian dari peredaran dan pemakaian narkoba. BNN Provinsi NTB, lanjutny akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Mataram terkait regulasi, perizinan dan pengawasan warnet di Kota Mataram.

Selain pelajar, petugas juga menahan dua orang yang postif menggunakan narkoba. Petugas juga menemukan peralatan untuk menggunakan sabu lengkap beserta plastik pembungkus. 

“Yang 14 itu positif itu langsung kita bawa  ke kantor. BNNP akan melakukan assessment untuk direhabilitasi,” ungkapnya.

BACA JUGA  NTB Butuh Infrastruktur Digital

Sugianyar juga menyampaikan yang perlu ditindaklanjuti ke Pemda/Stake Holder, berkaitan regulasi warnet yang buka 24 jam. Pengawasan dan manfaatnya warnet karena hampir semua komputer di warnet dipakai untuk main game online.

“Kemarin ditemukan buka situs porno,” katanya.

Pihaknya juga berharap bagi kabupaten kota yang belum ada BNNK nya bisa membentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK) seperti OPD dibawah bupati dan anggaran dari APBD. Sebab untuk membentuk BNNK masih terkendala adanya moratorium berkaitan keterbatasan anggaran BNN dan harus persetujuan Kemenpan berkaitan penambahan struktur organisasi baru. (jho/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

PWI NTB Gelar Rapat Pleno

Read Next

“Geli”, Dirut Poltekpar Buka Suara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular