Pariwisata Gili Gede Mulai Mengeliat

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA BERKUNJUNG: Sejumlah wisatawan asing menikmati keindahan pantai di Gili Gede, kemarin.

LOBAR—Pariwisata Gili Gede mulai ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Pulau yang ada di kawasan Sekotong itu begitu merasakan dampak high season pada bulan ini. Terutama bagi para pemilik penginapan. Bahkan tingkat okupansinya bisa mencapai sekitar 75 persen dari hari biasanya.

“Itu kita ambil rata-ratakan semua. Ini high season,” ujar Pemilik Thamarin Resort Gili Gede, Abu Bakar Abdullah yang ditemui, kemarin.

Diakuinya memang untuk posisi di bulan Juni hingga pertengahan September menjadi ramainya kunjungan wisatawan. Terutama wisatawan mancanegara dari kawasan Eropa.

“Mayoritas tamu kita dari Jerman,” ucapnya.

Tak dipungkiri dampak bencana gempa yang sempat melanda Lombok membuat pariwisata lesu beberapa waktu. Namun dengan sudah mulainya para wisatawan kembali. Pihaknya berusaha agar para wisatawan itu tetap nyaman dengan cara menghormati pengunjung itu.

BACA JUGA  Sejak Dibuka, Ribuan Pendaki Naik Rinjani

“Jadi esensinya itu memuliakan tamu adalah sebagian ibadah, terlepas suku bangsa manapun mereka adalah tamu kita yang harus kita hargai dan hormati,” jelasnya.

Ia pun bersyukur langkah itupun cukup berkesan bagi para tamu yang berkunjung. Sehingga hasilnya bisa dirasakan dengan mulai mengeliatnya para tamu yang berkunjung berdasarkan cerita dari mulut kemulut akan keindahan dan kenyamanan Gili Gede.

“Kita ini lebih cerita ke cerita, mereka puas dan menceritakan kepada orang lain,” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan Petugas Pelabuhan Tembowong Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar, Usman mengakui jika angka kunjungan meningkat. Dalam sehari saja bisa sekitar 10-15 wisatawan asing yang menyeberang dari pelabuhan yang berada di Desa Pelangan itu. Sedangkan untuk wisatawan lokal bisa mencapai 20 orang. Artinya diperkirakan dalam perhari saja bisa mencapi sekitar 50 pengunjung.

BACA JUGA  Desa di Batukliang Sepakat Majukan Desa Wisata

“Biasanya Sabtu Minggu yang ramai. Itu wisatawan lokal bisa mencapai 30-an orang, kalau wisatawan asing sekitar 20-an,” ungkap Usman.

Dia juga mengaku kunjungan ini lebih meningkat jika dibandingkan pasca bencana gempa yang melanda tahun lalu.

“Kalau ada tamu yang datang kita data dulu, berapa kunjungan ke gili,” sambungnya.

Sejauh ini pihaknya belum menentukan tarif tiket penyeberangan. Lantaran pihaknya masih melakukan penyesuaian data dengan para Boatman untuk penyeberangnya.

“Kalau sekarang masih bayarnya langsung ke Boatman-nya,” ujarnya.

Petugas Pelabuhan Tembowong Dishub Lobar, H Mahyadi menambahkan, para wisatawan itu biasanya mengunjungi tiga gili di kawasan Sekotong. Mulai dari Gili Gede, Layar dan Rengit.

“Yang banyak ke Gili Gede. Karena di sana selain ada hotel juga ada pemukiman. Beda sama Gili Layar hanya ada hotel saja,” tambahnya. (win)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Rinaldi Target Berlaga di Asean Games

Read Next

Kader Golkar Berebut Kursi Pimpinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular