Pasang Atap, Buaheri Tewas Tersengat Listrik

Ok

F / MENINGGAL



TERSENGAT LISTRIK: Tubuh korban yang sudah meninggal dunia terlihat gosong akibat sengatan listrik bertegangan tinggi, kemarin. ( IST / RADAR MANDALIKA )

LOTIM – Nasib nahas dialami Buhaeri, 30 tahun asal Lingkungan Ijobalit Lauk Kelurahan Ijobalit Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim). Ia tewas setelah tersengat listrik bertegangan tinggi. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Labuhan Haji. Kejadiannya, sekitar pukul 15.30 Wita di rumah H Sahuri Yati yang tak lain ayah korban, kemarin.

Ketika itu korban bersama tiga tukang lainnya, sedang memasang atap rangka baja ringan di rumah ayahnya. Korban berada di atas atap rumah lantai dua, sebagai pembawa baja ringan yang diberikan Rodiansyah dari bawah. Baja ringan itu, untuk diberikan pada dua tukang yakni Abdul Hanan dan Nurul Yakin, yang sedang melakukan pengeboran untuk perakitan.

BACA JUGA  Sisi Lain Desa Teros Setiap Bulan Ramadan

Pada saat korban akan memberikan besi baja ringan tersebut pada tukang, tanpa disadari baja ringan itu menyentuh kabel listrik telanjang bertegangan tinggi, milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Korban langsung tersengat dan sempat tertarik. Upayanya menyelamatkan diri dengan menarik besi baja ringan itu, kandas karena tubuhnya langsung terhempas ke bawah dari ketinggian sekitar 7 meter.

Ketika terjatuh dari ketinggian itu, tubuhnya langsung membentur tembok keliling rumah tersebut. Karena rumah yang direnovasinya ini, terletak di pinggir jalan dan didepannya melintang kabel listrik bertegangan tinggi milik PLN.

Akibat sengatan listrik itu, paha kanan korban mengalami luka bakar. Akibat benturan tembok keliling rumah, darah keluar dari mulut korban. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Korleko untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi dalam perjalanan menuju Puskesmas, korban sudah meninggal dunia.

BACA JUGA  Bejat, Alfian Perkosa Pacar di Tengah Sawah

Kapolres Lotim, melalui Kasubag Humas Polres Lotim IPTU Jaharudin membenarkan insiden warga tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, mengakibatkan korban meninggal dunia. Atas kejadian itu, Polisi sudah melakukan olah TKP. “Pihak keluarga, menolak dilakukan otopsi, dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Sehingga, jenazah korban langsung diserahkan pada pihak keluarga, untuk dimakamkan,” terangnya. (fa’i/r3)

Spread the love
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Kades Beraim Dijebloskan ke Rutan Praya

Read Next

MUI Minta Peserta Munajat 212 Tak Kampanye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular