Pasien ISPA dan DBD Meningkat

MATARAM—Kondisi cuaca saat ini, bukan hanya rawan memicu penyakit demam berdarah dengue (DBD). Di Kota Mataram, kunjungan pasien penderita infeksi pernafasan (ISPA) juga terjadi peningkatan.

“Saya akui, kunjungan pasien ISPA di puskesmas meningkat,” katanya, kemarin

Jika penyakit ISPA dibiarkan akan menjadi pneumonia atau infeksi paru-paru. Penyakit ini dipengaruhi kondisi cuaca dan daya tubuh sesorang. Namun, merokok adalah faktor terbesarnya. Untuk itu, ia menyarankan untuk tidak merokok, tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), buang sampah pada tempat, dan berolahraga teratur.

Sementara untuk kasus DBD, sejak Januari hingga Rabu (20/2) lalu telah terjadi 108 kasus. Dengan satu kasus meninggal dunia. Terdapat tiga kelurahan masuk zona merah DBD. Yakni Sapta Marga, Jempong, dan Monjok.

BACA JUGA  Penerima Bantuan PKH Sumringah

Usman tak menampik, pihaknya gagal dalam menekan angka kasus DBD. Karena di awal tahun ini terjadi peningkatan kasus dibandingkan tahun lalu hingga 50 persen.

“DBD gagal kita akui iya. Karena saat kita cek ke sekitar rumah pasien DBD, masih ditemukan jentik-jentik nyamuk,” ujarnya.

Ia pun mengakui jika keberadaan juru pemantau jentik (jumantik) belum berjalan maksimal. Karenanya, perlu adanya jumantik dalam satu rumah. Bisa dari kalangan keluarga itu sendiri, dengan tugas memeriksa kondisi rumah bilamana terdapat jentik nyamuk. Serta membersihkan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk

Pemeriksaan jentik dan pemberian abate dinilai Usman, lebih efektif mematikan jentik nyamuk penyebab DBD. Sehingga kalaupun dilakukan fogging, akan lebih tepat sasaran.

BACA JUGA  Tiga Kabupaten Paling Parah

Tidak kalah penting peran orangtua dan keluarga untuk tetap mengecek kondisi sekeliling di rumahnya. Jangan sampai terdapat tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kemudian bila ada keluarga yang mengalami panas selama satu hingga dua hari segera bawa ke pusat pelayanan kesehatan. “Jangan dibiarkan, karena disangka demam biasa. Memang panas akan turun di hari kelima dan keenam. Tapi itu hanya shock sementara. Jadi segera periksakan di puskesmas,” imbau Usman.(cr-ton/rin)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Empat Warga Lombok Ditangkap di Batam

Read Next

Jadwal Tes P3K Mataram 23 Februari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular