Pembangunan Huntap Kok Lamban?

MENUNUJUKKAN: Kades Tanak Beak, Maknun saat menunjukkan rumah RISHA yang dibangun, kemarin. ( HAFIDZ/RADAR MANDALIKA )

LOBAR—Lambannya proses pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban gempa, membuat kecewa Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar H Moh Taufiq. Kekecewaan Sekda lantaran progres pembangunan Huntap tak sesuai target yang telah ditetapkan. Sampai saat ini, baru 60 unit Huntap yang terbangun. Seharusnya pembangunan bisa cepat karena saat ini sudah adanya pelayanan terpadu satu pintu di Gedung Seni Budaya Narmada.

“Apakah semua sudah masuk Pokmas, dana bantuan diterima atau belum,” tanya Taufiq.

Pertanyaan Sekda itu didasari target, sebanyak 100 unit rumah terbangun di awal Januari. Kemudian Februari, semua huntap rampung sesuai target. Namun, semua target itu meleset. “Target meleset. Sampai bulan Februari, baru 60 unit terbangun dari target 100 unit. Sampai tahun kapan bisa selesaikan rumah-rumah ini?,” keluhnya.

BACA JUGA  Waspada, Makanan dan Obat Berbahaya masih Beredar

Taufiq khawatir, pemda dianggap tidak bekerja. Karena setiap saat, BNPB bisa datang ke Lobar untuk menilai progress pembangunan huntap. Ia pun mempertanyakan apa kendala, sehingga hanya 60 unit huntap yang bisa rampungkan sampai bulan ini.

Padahal sudah direkrut ratusan fasilitator dan dibuka pelayanan satu pintu, “Kenapa kemajuannya lamban sekali,” tanyanya.

Menjawab hal itu, Sekretaris BPBD Lobar, Ernawati mengatakan, dana bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa sebesar Rp 1,4 triliun lebih. Nominal yang sudah terealisasi dan masuk ke rekening korban gempa Rp 1,13 triliun lebih.

Rinciannya, rumah rusak berat 13.942 unit. Untuk tahap I bantuan sebesar Rp 50 juta diberikan kepada 379 KK. Dan Rp 25 juta diterima 13.563 KK. Untuk rumah rusak sedang dan ringan, sudah menerima dana ful sebesar Rp 25 juta sebanyak 2.667 KK dengan total dana Rp 316 miliar. Sedangkan untuk rusak ringan sebanyak 45.612 KK menerima bantuan Rp 456 miliar lebih.

“Ada sisa dana Rp 3,8 miliar di rekening BPBD. Ini sudah diusulkan untuk pendebetan rekening masyarakat dengan total 140 KK,” jelas dia.

Hasil terakhir progres korban gempa yang sudah dilayani untuk rusak ringan sebanyak 45.662 KK. Kelompok masyarakat (Pokmas) yang sudah terbentuk 822 KK atau 2.990 jiwa. Sedangkan yang rusak sedang, dari 12.668 unit sudah dibentuk Pokmas sebanyak 280 dengan jumlah anggota 7.068 KK. “Korban gempa yang kekurangan dana dari jumlah 13.563 KK sudah diusukan ke BNPB untuk mendapatkan tambahan dana bantuan,” katanya. (win/r3)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Peluang Emas untuk Honorer K2 Loteng

Read Next

Pengawasan, Masyarakat Masih Apatis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular