Pemdes Semparu Sosialisasi Pernikahan Dini

IST/RADAR MANDALIKA PEMBUKAAN: Pembukaan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di aula gedung serbaguna Desa Semparu, Kecamatan Kopang, kemarin.

KOPANG- Pemdes Semparu, Kecamatan Kopang mengadakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini kepada masyarakat sekitar.

Kades Semparu, Lalu Ratmaji mengatakan, sosialisasi seperti ini tidak cukup hanya dilakukan sekali dua kali. Akan tetapi berulangkali supaya bisa memberikan pemahaman yang kuat untuk perempuan desa terkait bahaya dari pernikahan dini.

“Walau memang angka pernikahan dini di Semparu bisa dibilang masih minim, akan tetapi Pemdes terus berupaya melakukan sosialisasi terkait bahaya dan dampak dari pernikahan dini. Sehingga jangan sampai ada penyesalan dikemudian hari karena pernikahan itu sesuatu yang sakral bukan untuk di coba-coba ataupun sekedar ingin tahu,” bebernya saat ditemui di aula kantor serbaguna, kemarin.

Selain itu, untuk menghindari pernikahan dini, Pemdes memberikan beberapa pelatihan kepada masyarakat khususnya kaum perempuan seperti pelatihan menjahit, tata boga dan tata rias. Sehingga mereka punya kesibukan tersendiri terlebih untuk siswa SMA yang tidak punya biaya lanjut kuliah.

BACA JUGA  Landah Fokus Benahi Infrastruktur

“Kebanyakan pernikahan dini itu terjadi karena tidak adanya lapangan kerja, kurangnya kasih sayang orang tua, kurang didikan dan perhatian yang mendalam kepada anak. Sehingga mau tidak mau yang ada dalam fikiran anak itu hanya menikah,” ungkapnya.

Diakuinya, memang menikah bukan sesuatu yang salah, akan tetapi penting untuk menikah di usia matang. Guna meminimalisir peningkatan angka perceraian dan kematian di usia dini. Sehingga keluarga atau orang tua perlu memberikan pendidikan pernikahan sebelum menikah baik pendidikan moral maupun moril. Supaya tidak ada kejadian buruk yang menimpa kedua mempelai seperti KDRT atau ketidakcocokan dengan pasangan, sehingga menyebabkan perceraian.

“Karena pernikahan itu harus didasari dengan cinta, kesetiaan dan keyakinan, ketika ketiga konsep ini dijalani insyaallah pernikahan langgeng sampai tua,” tambahnya.

BACA JUGA  Bilelando Kebut Program Fisik

Ia berharap dengan adanya pelatihan-pelatihan seperti ini bisa memberi kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya pernikahan dini.

“Tidak hanya merugikan satu pihak melainkan kedua belah pihak,” tutupnya.(cr-nur)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Tolong, Bilal Butuh Bantuan!

Read Next

Lurah Gerunung Bangun Rumah untuk Inaq Zaitun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular