Pengakuan Edeng, Pencuri Mobil Kelas Wahid

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA BERSUMPAH : Edeng, salah satu pelaku Curanbil, dihadapan Polisi dan teman-temannya bersumpah atasnama hukum, dan diri sendiri bahwa tidak akan mencuri dalam bentuk apapun lagi.

Bosan Maling Motor, Nyabu Dulu Sebelum Beraksi

Edeng pelaku pencuri mobil (Curanbil) nomor wahid di NTB. Sasarannya, mobil dum truk dan pikap. Ini pengakuan dan sumpah Edeng di hadapan Polisi.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

BEBERAPA bulan belakangan ini, banyak terjadi Pencurian Kendaraan Mobil (Curanbil) roda empat hingga enam. Tidak saja terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur (Lotim). Tetapi juga wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng), Polres Kota (Polresta) Mataram, Polres Lombok Barat, Polres Lombok Utara dan wilayah hukum Polda NTB umumnya.

Dari roda empat dan  enam, yang banyak menjadi target pelaku adalah kendaraan jenis pikap dan dum truk. Dua jenis mobil itu, kebanyak dioper ke Mataram dan Pulau Sumbawa. Seperti Kabupaten Dompu dan sekitarnya, yang diseberangkan melalui Pelabuhan Penyeberangan Kayangan.

Di balik banyaknya masyarakat kehilangan roda empat dan enam itu, salah satu pelaku utamanya adalah inisial H alias Edeng, 27 tahun warga Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading. Ia selalu beraksi dengan empat pelaku lainnya, menggunakan mobil Isuzu Panther. Edeng dalam setiap aksinya, sebagai seorang eksekutor.

Beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) Edeng, seperti TKP Komplek BTN RSS Kelurahan Sekarteja, TKP Desa Pringgajurang. Belum lagi TKP wilayah hukum Polres lainnya di Pulau Lombok. Terakhir, aksi Edeng berakhir apes di TKP Dusun Blet Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga Lotim, setelah pihak korban melakukan pengejaran dan dibantu Polisi. Penyekatan berhasil dilakukan Resmob Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim. Upayanya melarikan kendaraan korban pun kandas di ujung peluru.

BACA JUGA  Berburu Olahan Pangan Produksi Desa Sakra Lotim

Edeng, merupakan pelaku Curanbil yang masuk dalam daftar nomor wahid Polda NTB dan lima Polres. Aksinya itu, sudah banyak menyusahkan masyarakat. Modusnya, menggunakan kunci leter T, dan satu alat yang digunakan menyambung kambel, sehingga bisa menghidupkan mobil hasil kejahatannya.

Kemarin, Edeng dalam pengakuannya, sudah tiga kali masuk penjara karena aksi Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Bosan mencuri motor, ia pun naik kelas melakukan pencurian mobil. Hasil mencuri Mobil digunakan membeli narkoba jenis sabu. Sebelum berangkat mencuri, terlebih dahulu menghisap sabu. Setelah berhasil mencuri mobil dan dijual ke wilayah Mataram, hasil penjualan kembali digunakan membeli sabu seharga Rp 400 ribu, sampai seterusnya demikian.

BACA JUGA  Dari Kegiatan TMMD ke-105 di Kabupaten Lombok Timur

Edeng yang mengaku sudah punya anak dan istri ini, mengklaim beraksi mencuri mobil dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Sembari mengusap keringat yang bercucuran dari kening dan berdiri serta berjalan dibantu menggunakan dua tongkat yang diselipkan pada ketiaknya, bersumpah akan berhenti mencuri. Ia bersumpah di hadapan Polisi, bersumpah pada diri sendiri dan kepada Tuhan, tidak akan mencuri dalam bentuk apa pun lagi. Saat ditanya alasannya bersumpah, sembari tertawa karena sudah capek ditembak.

“Saya bersumpah akan berhenti mencuri dalam bentuk apa pun. Karena saya sudah capek ditembak,” sumpah Edeng di hadapan polisi.

Pada kesempatan itu, Edeng mengaku menyesali perbuatannya. Ia pun meminta maaf pada masyarakat, atas perbuatannya itu. Sembari kembali menegaskan berjanji tidak akan mencuri lagi.

Dari kasus Edeng ini, Polisi masih terus memburu beberapa pelaku lain, yang masih bersembunyi disekitar wilayah hukum Polda NTB. Terutama, penadah utama dari hasil kejahatan Edeng.

“Saya hanya beraksi enam kali saja, mobil-mobil yang sudah diamankan Polisi dari penadah,” jawabnya.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa SIK, bersama Kapolres dan Wakapolres Lotim, memegang sumpah dan janji Edeng.

“Pelaku Curanbil yang masih melarikan diri, akan terus kami buru sampai dimana dan kapan pun,” tegas AKP I Made Yogi Purusa Utama. (Bersambung)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Jaga Silaturahim, Korem Gelar Pembinaan Rohani

Read Next

Hari Bhakti PU ke-74, Tiga Pesan Bupati, Salah Satunya Intervensi Keberkahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular