Perina Lirik Potensi Ekonomi Masyarakat

IST/RADAR MANDALIKA BUNGA HIAS: Salah satu hasil produk pengolahan sampah yang kini mulai digandrungi desa yakni bunga hias. Nampak warga tengah membuat bunga hias dari sampah plastik.

JONGGAT—Pemdes Perina, Kecamatan Jonggat melirik sejumlah program untuk penguatan perekonomian masyarakat. Tak tanggung-tanggung, Pemdes setempat programkan empat program pemberdayaan sekaligus berupa pelatihan. Diantaranya, pelatihan pengolahan makanan, penggemukan sapi, bengkel las dan pelatihan pengolahan sampah. Ke empat program ini Pemdes bakal laksanakan pada pencairan DD tahap ketiga.

“Kami sedang upayakan agar lima pelatihannya. Yang jelas ini semua untuk penguatan perekonomian masyarakat,” jelas Kades Perina, Maroan Hamdi.

Maroan mengatakan, untuk pelatihan pengolahan makanan pihaknya gelontorkan dana sebanyak Rp 29 juta lebih. Pada pelatihan ini, yang akan menjadi bahan dasar yang akan diolah ialah buah naga. Dimana, buah ini menjadi salah satu komodiri unggulan warganya. Artinya, dalam pelatihan ini para peserta yang sebagian besar dari ibu-ibu PKK ini akan diajarkan bagaimana cara membuat makanan olahan dari buah naga. Misalnya, berupa  kerepek, dodol naga, stick buah naga dan bentuk lainnya. Ini ia proyeksikan agar ketika produksi buah naga warganya melimpah, ada opsi pengolahan yang bisa dijalankan dalam produk industri rumahan. Karena pada situasi ini, harga buah naga menurun.

BACA JUGA  Pemkab Dinilai Masih Lemah

“Dengan pelatihan ini, kita berharap juga ada peningkatan ekonomi ketika buah naga diolah jadi makanan lain,” ujarnya.

Untuk pelatihan penggemukan sapi sendiri, Pemdes aloaksikan dana sebanyak Rp 27 juta dengan sasaran peserta dari kalangan peternak. Sebab, selama ini masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai petani yang tidak pernah lepas dari profesi sebagai peternak juga. Pada pelatihan ini, para peserta yang berjumlah 25 orang perwakilan lima dusun ini akan diajarkan juga mengenai produksi pakan ternak. Sedangkan pada pelatihan bengkel las Pemdes juga gelontorkan dana sebanyak Rp 47 juta lebih. Sasaran pesertanya, yakni anak-anak.muda yang usia produktif. Sebab, merekalah yang memiliki semangat kerja dan pelatihan tersebut juga memiliki prospek usaha yang jelas. Terlebih, sebagian besar warga yang bangun rumah sekarang ini, terutama di desanya membuat trali rumahnya. Atas hal ini, peluang bagi para peserta untuk membuka usaha tersebut. Demikian juga, para peserta akan dilatih bengkel rangkap baja ringan.

BACA JUGA  Lapangan Sepak Bola Darmaji Segera Tuntas

“Semua pelatihan ini pesertanya nanti berkisar 25 sampai 30 orang. Termasuk untuk pelatihan bengkel,” terang mantan Kadus ini.

Lebih jauh disampaikan Maroan, pelatihan yang tak kalah penting juga yakni pelatihan pengolahan sampah. Katanya, pada pelatihan ini Pemdes menghajatkan inovasi besar untuk dimunculkan di desa. Inovasi itu yakni berdirinya Bank Sampah. Sehingga pada pelatihan ini, Pemdes alokasikan dana sebanyak Rp 18 juta. Selain itu, dalam pelatihan ini ia hajatkan pesertanya dari Ibu Rumah Tangga (IRT) perwakilan lima dusun yang ada. Sebab, seperti diketahui penyumbang sampah terbesar sekarang ini ialah sampah rumah tangga. Maksudnya, dengan mereka dilatih, inovasi baru untuk mengolah sampah yang bersentuhan langsung dengan aktivitas mereka bisa dijalankan. Adapun pengolahan sampah yang dilatihnya ada dua, pengolahan sampah organik dan non organik.

“Untuk sampah organik kita jadikan pupuk. Sedangkan sampah non organik kita olah menjadi bentuk lain. Ada berbentuk bunga hias ruangan, tas, batako dan lainnya,” ungkapnya. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Ungga Aspal Lapen Jalan Desa

Read Next

Bunkate Progrmakan Tiga Pemberdayaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular