Petani Segala Anyar Kembangkan Semangka Non Biji

TARNADI/RADAR MANDALIKA PANEN: Sejumlah pihak melaksanakan panen pada acara temu lapang semangka non biji varietas AMARA F1 Cap Panah Merah di Desa Segala Anyar, kemarin.

PUJUT—Para petani Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut kini mulai semakin sejahtera. Berbagai inovasi desa dikembangkan di desa ini. Salah satunya yakni inovasi pembudidayaan tanaman semangka non biji. Melalui kerjasama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri dengan PT East West Seed Indonesia (EWSI), petani desa setempat sudah banyak membudidaya semangka non biji mulai tahun ini. Hal ini pun diyakini bisa menguntungkan para petani.

Manager BUMDes Maju Mandiri Desa Segala Anyar, Surya Jaya mengatakan bahwa, dalam kemitraan dengan perusahaan ini pihaknya juga menjalankan kemitraan dengan para petani. Dalam kemitraan ini, petani bisa menjadi nasabah BUMDes dan mereka bisa mengakses permodalan. Artinya, BUMDes siap memberikan segala bentuk kebutuhan petani dalam pembudidayaan sesuai denga luas lahan tempat mereka menanam. Baik memberikan mereka dalam bentuk pupuk, obat-obatan, benih dan sarana produksi (Saprodi) lainnya. Nantinya, pasca panen baru kemudian para petani membayarnya (Yarnen) sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Bahkan tidak hanya itu, pihaknya juga berencana bakal membantu para petani untuk pemasarannya.

“Bisa saja nanti kita yang beli hasil petani dan BUMDes yang jual ke ke luar,” terangnya.

Bendahara BUMDes Maju Mandiri Segala Anyar, Jumalip juga mengutarakan, untuk tahap pertama ini yang diberikan pinjaman Saprodi yakni petani petani semangka non biji, bawah merah, cabai besar dan melon golden. Keempat tanaman horti ini, kini sudah mulai dijalankan oleh petani dan bantuan Saprodi dari BUMDes juga sudah jalan. Terutama 20 petani semangka non biji yang saat ini sudah mulai panen tersebut. Tidak itu saja, sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan BUMDes kepada para petani, pihaknya juga akan mensertifikasi keempat produk tanaman horti tersebut ke Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Loteng. Harapannya, agar empat produk tersebut terkenal dan layak untuk konsumsi serta tanpa residu festisida. Bahkan, untuk memperkuat perekonomian petani, BUMDes juga akan mengupayakan agar ke depan produk ini bisa masuk ke hotel-hotel yang ada di Kawasan Khusus Mandalika (KEK). “Untuk promosi juga demikian. Kemarin ini kita juga ikut di stand Bazar Madalika di Kuta untuk promosi Semangka non biji, Melon dan Cabai besar,” tutur salah satu warga Dusun Kadik 2 ini.

BACA JUGA  Bagu Bakal Kembangkan Wisata Halal

Marketing Representatif PT East West Seed Indonesia (EWSI), Hasyim juga mengatakan, bentuk kemitraan perusahaannya dengan BUMDes yakni dalam bentuk pelayanan untuk membina dan memberdayakan para petani Semangka non biji. Dalam kaitannya dengan ini, perusahannya menyuplai bibit semangka non biji varietas AMARA F1 Cap Panah Merah. Namun untuk tahap pertama ini, kemitraan ini dijalankan di 10 hektare (Ha) lahan. Tidak itu saja, bila diperlukan pihaknya juga siap mendatangkan pembeli dari luar yang harganya menguntungkan petani beberapa kali lipat jika diluar ke pengepul lainnya. Selain itu, untuk buah semangka non biji ini, perbedaannya tidak hanya ketika waktu polinasi (perkawinan bibit) saja, namun juga perbedaan nilai ekonomisnya. Yang mana katanya, jika dibandingkan harga semangka berbiji dan non biji, jelas harganya berbeda. Untuk semangka berbiji sendiri, jika dijual di sawah langsung oleh petani harga perkilonya sebesar Rp 2.000. Sedangkan non biji seharga Rp 5.000. “Dan perbuahnya itu beratnya bisa sampai 8 hingga 9 kilogram,” akunya.

BACA JUGA  Barabali Munculkan Potensi Desa Wisata

“Ini semangka non biji yang dagingnya berwarna merah. Rencana kita ke depan bakal membudidaya semangka non biji dengan daging kuning di sini,” sambungnya.

Sementara Kepala Dispertanak Loteng, Lalu Iskandar yang juga hadir dalam temu lapang ini mengapresiasi langkah BUMDes menjalin kemitraan dengan perusahaan PT East West Seed Indonesia ini guna memberikan layanan pembinaan dan pemberdayaan kepada para petani Semangka non biji di Segala Anyar ini. Menurutnya, ini merupakan langkah kreatif dan inovatif dari BUMDes dalam rangka memanfaatkan sumber daya alam (SDA) secara maksimal meski dalam segala keterbatasan mereka. Untuk itu, pihaknya di  Dispertanak Loteng akan mengupayakan untuk memberi bantuan kepada kelompok tani berupa peralatan untuk pengolahan tanah agar tidak lagi dengan cara manual.

“Ini luar biasa. Saya salut dengan inovasi BUMDes Segala Anyar. Kita harap banyak BUMDes di Loteng yang seperti ini,” pungkasnya (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Danrem Warning Aplikator dan Pokmas Nakal

Read Next

Disbudpar Lelet Eksekusi DAK 6 Miliar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular