PKS Sebut Konsep Medical Tourism Tak Jelas

Johan Rosihan ( DOK/RADAR MANDALIKA )

MATARAM – Hubungan Fraksi PKS di DPRD NTB dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sudah mulai tak harmonis lagi. Pasalnya, belum lama ini fraksi PKS menyentil konsep zero waste yang diprioritaskan gubernur yang dianggap fraksi PKS kurang menyentuh, baik aspek pelibatan masyarakat untuk mengurangi produksi sampah, sebagai sebuah strategi preventif dan preventif dari masalah sampah ini.

Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, Johan Rosihan menegaskan, pihaknya kembali menyindir konsep medical tourism pemerintah provinsi NTB yang belum dilihatnya kuat alias PKS belum melihat dasar yang jelas dari konsep yang dijalankan. Malah PKS menyindir program Medical Tourism adalah lintasan pikiran untuk pembenaran penempatan kerja pejabat dokter sebagai Sekretaris Dinas di di Dispar sendiri. Parahnya lagi pejabat dokter yang ditempatkan di Dispar itu kini kabarnya telah pindah ke RS di KLU.

“Saya belum menemukan alasan yang kuat untuk itu, medical tourism hanya pembenaran penempatan dokter di Dispar,” tegas nyentil Johan Rosihan, kemarin di Mataram.

Konsep medical tourism belum dilihatnya pas. PKS mengkritik pelayanan kesehatan selama ini seperti rumah sakit belum representatif, pelayanan belum maksimal, sistem antre belum bagus dan bahkan dokter masih kurang. Tambah parah lagi, banyak dokter yang bekerja lebih dari satu tempat sehingga berimbas pada pelayanan kesehatan yang tidak maksimal.

BACA JUGA  Oki Rengga Ceritakan Suka-Duka Kiper di Panggung Stand-up Comedy

Johan mencontohkan, di sebuah daerah dimana di Penang Malaysia kata Johan, dokter kalau sudah bekerja di satu rumah sakit tidak akan  dilihat dan tidak diizinkan untuk bekerja di rumah sakit lain apalagi buka praktek sendiri. “Nah dokter-dokter di Mataram ini kan bekerja di semua rumah sakit tambah lagi buka praktek di klinik masing-masing,” sebutnya.

Johan malah menyebutkan, Istilah Medical Tourism tidak  dikenal dalam program NTB Gemilang baik dalam misi pembangunan maupun di dalam 15 komitmen Zul-Rohmi sendiri. “Itulah kenapa saya bilang program Medical Tourism itu hanya lintasan pikiran yang tidak ada dasarnya,” katanya.

Menurut Johan, untuk program pariwisata agar gubernur NTB mengembalikan kembali saja ke 15 komitmen pembangunan Zul-Rohmi. Menurutnya pembangunan pariwisata itu memperbanyak penerbangan Domestik dan Internasional kemudian optimalisasi manfaat destinasi unggulan dan kawasan strategis bai di KEK Mandalika di Kuta Lombok Tengah dan juga Samota di Sumbawa untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA  MUSIBAH PEMERINTAHAN LOBAR

Terkait hal itu, pemerintah provinsi NTB tampak tidak percaya dengan sentilan PKS itu. Plt Karo Humas Dan Protokoler Setda NTB, Najamudin Ammy malah bertanya balik meminta komentar lengkap dari PKS sendiri.  “Mana berita yang bilang gak berdasar.  Mana komentar lengkapnya,” kata Najamudin saat dihubungi.

“Ada Dinas Pariwisata dan pihak RSUP sebaiknya yang jawab,” tutupnya. (jho/r1)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Jalur Kateng-Banyu Urip Butuh Perbaikan

Read Next

Perumahan Terbangun Tanpa TPS Sampah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular