Primandri Lombok Rapling di Air Terjun Janggot

BAIQ NURIYAM/RADAR MANDALIKA RAPLING: Lestari siswa SMA 2 Praya sedang melakukan Rapling di tebing Air Terjun Janggot, Desa Aik Berik Kemarin.

BKU- Organisasi pecinta alam di lombok yakni Peduli Rimba Hutan dan Rinjani (Primandri) kembali memberikan pendidikan kepada sejumlah siswa pecinta alam (Sispala) di beberapa sekolah di Loteng.

Didikan yang diberikan megenai beberapa teknik mountenering salah satunya yakni rapling. Dimana rapling merupakan kegiatan menuruni tebing menggnakan tali carmantel yang sudah standar digunakan oleh para atlet panjat tebing. Kegiatan ini dilakukan di daerah wisata alam air terjun Janggot, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara.

Ketua Umum Primandri, Reza Aprianto mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan ini setiap tahun untuk memberikan pemahaman kepada siswa terkait dengan teknik mountenering.

“Pada dasarnya ini merupakan kegiatan primandri setiap tahun dengan tujuan agar adik adik kita ini bisa mengenali lebih jauh tentang teknik mountenering,” bebernya saat di wawancara di lokasi, kemarin.

BACA JUGA  Meneropong Surga Dunia di Pesisir Sekotong

Ia berharap agar pelajaran yang didapatkan bisa dikembangkan sehingga bisa menjadi atlet panjat tebing maupun yang lain. Karena ada beberapa anggota Primandri yang sudah berhasil mengharumkan Loteng bahkan NTB di kancah nasional maupun internasional melalui olahraga panjat tebing.

“Tak hanya itu teknik mountenering, mereka juga diberikan pembekalan mengenai bagaiaman menjaga alam dan hutan agar tetap lestari,” terangnya.

Sementara itu, Lestari peserta primandri dari SMAN 2 Praya merasa sangat senang bisa bergabung di Primandri. Diakuinya, komunitas ini tidak hanya diberikan pendidikan terkait Rapling, akan tetapi diajarkan ilmu bela diri dan banyak pelajaran lainnya yang tidak bisa didapatkan di sekolah.

“Yang membuat saya senang bergabung di primandri ini tidak hanya karena banyak kawan, akan tetapi kedekatan emosional bersama sahabat-sahabat primandri ini sudah kayak saudara semua, tidak ada yang membedakan satu sama lain, tidak ada yang pilih kasih intinya semuanya diperlakukan sama dan adil,” tutupnya. (cr-nur)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Bilelando Kebut Program Fisik

Read Next

Desa Persiapan Janggawana Perkuat Swadaya Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular