Selamat Datang di Wisata Bahari Bilelando

BERJALAN: Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Loteng dan beberapa pejabat lainnya berjalan menuju ikon objek wisata bahari Desa Bilelando di Pantai Kelongkong, kemarin. ( TARNADI/RADAR MANDALIKA )

PRATIM—Desa Wisata Bahari Bilelando, Kecamatan Praya Timur akhirnya dilaunching, kemarin. Dilaunchingnya destinasi ini diharapkan bisa mengubah image Bilelando sebagai desa tertinggal dan desa zona merah di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Hadir sejumlah pejabat dalam acara tersebut. Seperti Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama istri, Deputi Koordinasi Bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim pada Kementerian Koordinator Kemaritiman, Andreas D Patria, Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari pada Kementerian Pariwisata Asep Muhammad, Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT dan sejumlah pejabat lainnya.

Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT menjelaskan, selama ini Desa Bilelando memang terkenal sebagai desa tertinggal dan desa zona merah, khususnya dalam hal keamanan. Namun dengan adanya keseriusan Pemdes, pemuda dan masyarakat sekitar, ia meyakini ke depan Bilelando bakal menjadi desa maju dan berkembang. Terhadap kerjasama elemen masyarakat selama pengembangan kawasan, Bupati dua periode ini juga sangat mengapresiasinya. Sebab, setidaknya dalam dua pekan ini, semua masyarakat bersatu memunculkan ikon-ikon dan spot wisata yang bisa menggaet daya tarik pengunjung.

“Alhamdulillah, ikhtiar masyarakat ini luar biasa. Saya pribadi merasa terharu melihat kekompakan mereka. Semoga ini menjadi awal Bilelando untuk bangkit,”

ungkap Abah Uhel, sapaan akrab Bupati.

Namun lanjut Bupati, ada beberapa hal yang masih menjadi PR untuk Bilelando, yakni dalam hal penataan. Terutama untuk pengembangan potensi pendukung yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jaga bersama sampah dan keamanan ini, insya Allah wisata bahari ini akan terkenal ke penjuru dunia,”

cetus politisi Golkar ini.

Sementara Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah mengaku sangat mendukung pengembangan desa-desa wisata di NTB. Sehingga apapun yang dibutuhkan dalam pengembangannya, pihaknya berjanji akan selalu mendukungnya. Terutama dalam bentuk program pengembangan melalui instansi-instansi terkait.

BACA JUGA  APII Sorot Wisata Halal NTB

“Sarana pendukung lainnya seperti toilet, tempat ibadah dan lainnya juga harus disediakan di masa mendatang,” pintanya.

“Nanti juga kita akan perjuangkan dan komunikasikan ke Menko Kemaritiman, agar ada anak-anak kita dari Bilelando bisa kuliyah ke luar negeri untuk belajar ilmu kemaritiman,”

janji mantan anggota DPR RI ini.

Sementara Deputi Koordinasi Bidang SDM, Iptek dan Budaya Maritim pada Kementerian Koordinator Kemaritiman, Andreas D Patria mengutarakan, untuk pengembangan kawasan wisata desa memang harus dimulai dari inisiatif dan antusias masyarakat. Sebab, pembangunan yang berhasil itu dimulai dari masyarakat itu sendiri. Selain itu, dalam pengembangan wisata ini, Pemdes, Pemkab, Pemprov dan pemerintah pusat harus selalu bergandengan tangan. Sehingga pengembangan, promosi, kualitas wisata dan tingkat kunjungannya juga lebih maksimal.

BACA JUGA  Ratusan Desa Lelet Tuntaskan APBDes

“Jika ini terjalin, maka tentu perekonomian masyarakat akan tumbuh pesat,” ujarnya.

Sementara Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari pada Kementerian Pariwisata, Asep D Muhammad meyakini Desa Wisata Bahari Bilelando ini akan berkembang pesat. Dari itu, pihaknya siap berusaha agar program pengembangan kawasan juga diarahkan ke Desa Wisata Bahari Bilelando.

“Yang penting Pokdarwis dan masyarakat serius, pasti ada dukungan dari pemerintah pusat. Terutama sarana pendukung wisata pantai, seperti surving, mancing dan snorkeling,” jelasnya. (tar)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Selim Kebut Program 100 Hari

Read Next

MTsN 1 Loteng Outbound di KEK Mandalika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular