Setelah Proyek Pengerukan Kolam Labuh Diserahterimakan

PENGERUKAN: Wabup, dewan dan sejumlah pihak terkait lainnya saat diajak pihak rekanan, memastikan hasil pengerukan, dan dinyatakan sesuai dengan dokumen kontrak, Kamis (14/2) lalu. ( DOK / RADAR MANDALIKA )

Kapal Cangkang Siap Bongkar Muat, Pemda Diminta Komunikasi ke AMNT

Pengerukan kolam labuh sudah tuntas. Tapi pemerintah punya pekerjaan rumah besar, bagaimana memajukan pelabuhan ini.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

PELABUHAN Labuhan Haji, terletak di Desa Labuhan Haji Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim). Pelabuhan ini, dibangun sejak tahun 2003 silam, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lotim. Setiap penganggaran, selalu dengan porsi cukup besar, hingga Rp 40 miliar.

Pelabuhan ini dibangun dengan harapan bisa memberi multi flayer efek terhadap ekonomi Kecamatan Labuhan Haji khususnya. Termasuk, menjadi sumber pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gumi Patuh Karya. Target pemerintah ketika itu, bisa menjadi tempat bongkar muat kapal-kapal besar, seperti kapal pengangkut cangkang, bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, bongkar muat pupuk, semen dan lainnya. Tapi menjadi target besarnya, adalah menjadi dermaga bongkar muat peti kemas.

Karena kolam labuh cukup dangkal, sehingga sejumlah perusahaan besar tak berani melakukan bongkar muat di pelabuhan tersebut. Yang bisa melakukan bongkar muat sejauh ini, hanya kapal pengangkut BBM dan kapal pengangkut cangkang sawit, sebagai bahan bakar omprongan tembakau.

BACA JUGA  Melihat Cara Warga Prai Meke Kelola Sampah

Agar kapal besar bisa melakukan bongkar muat dan tidak kandas, sejak tahun 2016 dianggarkan untuk pengerukan kolam labuh. Akan tetapi, perencanaan yang tidak beres, sehingga mega proyek ini tak bisa dieksekusi. Malah tahun 2017, selain gagal eksekusi, juga memunculkan masalah baru berupa uang muka Rp 7,6 miliar, hingga kini belum bisa dikembalikan ke kas daerah.

Tahun 2018, kembali dianggarkan pemerintah. Namun oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim, memberikan warning pada eksekutif. Bahwa itu adalah anggaran terakhir bagi proyek pengerukan kolam labuh ini. Dewan saat itu menegaskan, bila tidak bisa dieksekusi, tak akan pernah lagi mau dianggarkan.

Kesempatan terakhir dengan anggaran Rp 40 miliar, dengan nilai kontrak Rp 38 miliar lebih, bisa dieksekusi. Kendati di tengah perjalanan, alat berat yang digunakan mengeruk rusak. Parahnya lagi, alat sempat ngejem. Sehingga tanggal 26 Desember yang sebenarnya menjadi batas kontak, pekerjaan harus 100 persen, justru tak bisa terpenuhi. Pihak rekanan hanya bisa sampai 72 persen lebih.

BACA JUGA  Tambang Pasir Besi Dedalpak yang Ditolak Warga

Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pun memberikan kebijakan, melanjutkan pekerjaan tersebut. Dengan catatan denda, Rp 10 juta seper mil. Per 7 Februari lalu, pekerjaan ini rampung. Tanggal 14 Februari lalu, pekerjaan ini diserahterimakan pihak rekanan pada pemerintah. Wabup Lotim, dewan dan pihak terkait lainnya diajak naik kapal untuk memastikan hasil pengerukan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Lotim H Daeng Paelori, menjadi PR pemerintah daerah (Pemda), untuk berkomunikasi dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), agar kapalnya bisa berlabuh di dermaga ini. Apalagi, jarak tempuh dengan KSB, cukup dekat.

Sementara Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pelabuhan Labuhan Haji, Risyad Nukson mengaku sudah ada pihak perusahaan membangun komunikasi akan melakukan bongkar muat di pelabuhan ini. “Ada empat kapal dalam waktu dekat, akan bongkar muat di pelabuhan kita ini. Pihak perusahaan sudah melakukan survey,” kata Risyad Nukson kepala UPP Pelabuhan Labuhan Haji, Kamis (14/2) lalu. (*)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Dirut Bank NTB Syariah Sowan ke Lotim

Read Next

Optimis, Perda Usulan Dewan Tuntas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular