SMPN 2 Kopang Berharap Bantuan

TUNJUK: Kepala SMPN 2 Kopang saat menunjukkan bangunan yang terdampak gempa, kemarin. ( BAMBANG/RADAR MANDALIKA )

Bangunan Roboh Akibat Gempa Belum Ditangani

LOTENG—SMPN 2 Kopang mengharapkan bantuan segera digulirkan. Sebab gempa berskala 5,7 SR Desember lalu mengakibatkan beberapa bangunan ruang kelas roboh. Namun hingga kini belum ada respons positif yang diberikan pemerintah.

Kepala SMPN 2 Kopang, HL Rupawan menuturkan, pihak sekolah sudah melakukan upaya sesuai prosedur yang dibutuhkan. Seperti menyampaikan usulan kepada pemerintah terkait permasalahan yang dihadapi. Akan tetapi belum ada jawaban kapan bantuan akan diberikan. Dalam hal ini, pihak sekolah sudah membuat proposal serta melaporkan kondisi real fisik sekolah melalui Dapodik. Bahkan diakuinya, tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menangani permasalahan ini sudah turun dan mengecek langsung ke sekolah.

“Tim dari Jakarta sudah datang monev dan survey kondisi sekolah, tinggal menunggu saja,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.   

Dijelaskan, kerusakan akibat gempa ini terjadi cukup parah. Dimana bangunan yang terdampak sebanyak lima ruang kelas. Namun paling parah hanya  satu ruang kelas dan kondisinya roboh. Sedangkan ruang kelas yang lain tidak terlalu namun tetap mengkhawatirkan dan membahayakan. Karena atap sudah miring dan hampir roboh, sehingga tidak ditempati.

BACA JUGA  SDN 47 Meriahkan Musabaqah Pelajar 2019

“Beruntung tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian itu siswa sudah pulang,” tuturnya.  

Sementara untuk menutupi kebutuhan ruang belajar, pihak sekolah memanfaatkan ruangan yang ada. Seperti mengorbankan ruang laboratorium komputer sebagai ruang kelas. Sedangkan laboratorium komputer untuk sementara dipindahkan ke aula. Karena memang sudah tidak ada ruangan lagi yang bisa dipakai.  Apalagi jumlah siswa sebanyak 274 orang. Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk segera diberikan. Sehingga proses belajar mengajar di ruangan yang layak bisa terpenuhi.

“Kami harap segera diberikan bantuan, karena jika terus seperti ini akan berdampak pada kelancaran proses belajar mengajar,” ungkapnya.  

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H Sumum menuturkan, sekolah yang terdampak gempa belum lama ini, pada 2019 ini diupayakan bisa mendapatkan bantuan. Mengingat saat ini sekolah tersebut sudah masuk usulan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019. Sementara terkait dengan kepastian kapan akan diberikan, pihaknya mengaku belum mengetahui dengan jelas.

BACA JUGA  Sisi Lain Training Guru Percepat Transformasi Pendidikan Menuju Era Society 5.0

“Yang pasti sudah masuk usulan untuk dapat bantuam tahun ini. Tinggal tunggu petunjuk teknis saja baru bisa mulai dikerjakan,” pungkasnya. (bam)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Zonasi Bukan PPDB Saja!

Read Next

ASN Dilatih Pengelolaan Keuangan dan Aset

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular