Staf Ahli Bukan Jabatan Buangan

ilustrasi

KLU—Jabatan staf ahli di Sekretariat Daerah selama ini kerap dinilai sebagai jabatan buangan. Pasalnya, jabatan ini dinilai tidak memiliki beban kerja atau program yang banyak. Kerap hanya dimanfaatkan untuk mewakili agenda kepala daerah ketika berhalangan hadir.

“Staf ahli tetap difungsikan, dan seharusnya penjabat bisa optimal. Arahan pusat dan ketentuan, sudah jelas. Staf ahli harus ada untuk mendukung jabatan lain,” kata Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU), Suardi.

Atas dasar itu, Suardi menegaskan jika jabatan staf ahli jangan dipandang sebelah mata. Pejabat staf ahli termasuk eselon II yang dibekali dengan penghasilan dan tunjangan yang diatur sesuai ketentuan.

Suardi mengakui sejumlah pandangan berkembang soal jabatan staf ahli ibarat buangan. Padahal di daerah lain, penjabat staf ahli yang memahami tupoksinya rata-rata aktif membantu suksesnya program daerah. “Setiap jabatan pasti ada tugas pokok besar yang harus dijalani. Tidak mungkin ada jabatan yang pekerjaannya hanya diam-diam saja,” jelasnya.

Menurut Sekda, penjabat staf ahli diberikan tugas pokok dan fungsi yang jelas. Staf ahli umumnya diposisikan sebagai partner asisten dan kepala OPD untuk mendukung percepatan program di OPD teknis. “Keseringan pemahaman terhadap tupoksi dan jabatan, tidak dibarengi dengan sarana dan SDM yang memadai,” jawab Sekda menyoal kesan staf ahli tidak aktif.

Suardi mengaku, pola yang ia bangun untuk mengoptimalkan peran penjabat staf ahli adalah dengan mengintegrasikan tupoksi antara asisten dan staf ahli dengan OPD teknis. Misalnya pada persoalan ekonomi, maka peran Asisten II dan Staf Ahli Ekonomi harus berkoordinasi satu sama lain untuk mendukung program ekonomi.

“Semua pejabat harus punya kreatifitas bekerja, semua posisi jelas ada tugas pokok yang jelas dibebankan. Silakan dimaksimalkan untuk membangun daerah ini,” ujarnya. (dhe/r3)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
BACA JUGA  Polisi Bekuk Tujuh Penjudi di Bayan

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Mutasi Terkesan Ada Kepentingan

Read Next

Jelang Pembongkaran, Provider Merengek ke Diskominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular