UNU NTB Gandeng Desa Bina Natural Bamboo Straw

SEPAKAT: Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB yang juga Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah saat teken MoU antara pihak UNU NTB, Pemdes dengan Pemilik Natural Bamboo Straw di Dusun Emboan, Desa Mangkung, dalam acara pelatihan dan pemberdayaan industri kreatif Natural Bamboo Straw Minggu pagi di Loteng.

MATARAM – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB dan Pemerintah Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah komit membina produk industri kreatif Natural Bamboo Straw Lombok.

Bentuk komitmen itu ditandai dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ketiga belah pihak yang berlangsung Minggu pekan kemarin di Loteng. Dalam acara tersebut berlangsung Pelatihan dan Pemberdayaan Industri Kreatif Natural Bamboo Straw.

Diketahui sebanyak 40 pemuda direkomendasikan dari setiap dusun mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu.

Rektor UNU NTB, Baiq Mulianah menjelaskan, Natural Bamboo Straw merupakan sebuah bisnis yang bukan hanya berpedoman pada ranah uang saja, namun yang lebih penting masalah kepercayaan. Menjalankan sebuah bisnis harus berlandaskan perspektif ekonomi syariah.

BACA JUGA  Rekam Jejak Calon Sekda NTB

“Konsepnya amanah. Kita akan bantu dengan komunikasi, jaringan dan akses untuk mendorong natural Bamboo Straw ini untuk maju,” kata Mulianah dalam sambutannya itu.

Selanjutkan untuk konsep marketing yang ditawarkan adalah mengenai keyakinan. Merintis itu mesti bersusah payah, persoalan uang persoalan belakang, akan tetapi proses panjang yang dilalui dalam sebuah bisnis menjadi penentu.

Sebagai follow up dari hasil kreatif Natural Bamboo Straw Lombok ini UNU NTB rencananya akan melakukan pemasaran pada event NTB Expo mendatang.

“Akan kita pasarkan secara massif, saya tunggu keputusan dan kita cari cara di NTB expo untuk di jadikan souvenir untuk di bawa oleh siapapun,” tutur Baiq Mulianah.

Sementara itu pihak Dinas LHK Loteng, Rahiman menjelaskan keberadaan dari industri kreatif ini adalah bagian dari kegiatan penyelamatan generasi mendatang. Penunjang pariwisata adalah salah satu produk industri kreatif. Dengan kemampuan dari ekonomi kreatif ini, maka generasi berikut telah diselamatkan.

Lain halnya dengan Pemdes Mangkung, Lalu Muhammadun. Dia mengatakan industri kreatif seperti Natural Bamboo Straw adalah bagian dari upaya pembangunan desa. Ini merupakan kegiatan yang sangat membantu dalam membangkitkan perekonomian desa.

BACA JUGA  Zero Weste, Kok Bermasalah Pak Gubernur?

Inisitor pelatihan industri kreatif, Lalu Muazzim menjelaskan industri kreatif Natural Bamboo Straw merupakan industri lingkungan hidup, maka mesti ada link and match dengan pihak-pihak terkait.

“Industri ini adalah industri lingkungan hidup, maka harus di publikasikan sebagai bahan edukasi kepada publik bahwa alam dengan ketersediaan sumber dayanya menyediakan hal yang bisa kita perbuat untuk kebaikan bersama,” tutur Lalu Muazzim.

Muazzzim melanjutkan MoU yang ditandatangani oleh pihak UNU NTB dengan Natural Bamboo straw, sebagai pembinaan yang berkelanjutan.

“Beliau Ibu Rektor UNU NTB sangat tertarik dalam kegiatan industri yang ada hubungan nya dengan lingkungan hidup dan kebersihan. Sebagai bukti di UNU NTB sendiri sudah ada Bank Sampah, maka UNU NTB akan menjadi pihak yang akan membina industri kreatif ini secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Jho)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Redaksi RadarMandalika

Read Previous

Kunjungan Kerja Bupati ke Kalimantan Selatan (2)

Read Next

AKA Siap Jadi Kuda Hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular